Rafly Altama Dari Mamet Jadi Sadam di Film Keadilan Karya Sineas Lee Chang Hee, Akui Haus Peran Beda

Di usia muda, peran yang dimainkan Rafly Altama beda-beda. Kini ia jadi Sadam dalam Keadilan: The Verdict karya sineas Lee Chang Hee dan Yusron Fuadi.

Diterbitkan 13 November 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Rafly Altama, aktor muda, telah memerankan beragam karakter dalam film.
  • Ia beradu akting dengan aktor senior di film "Keadilan: The Verdict".
  • Rafly belajar banyak dari sutradara Lee Chang Hee tentang membangun emosi.

Liputan6.com, Jakarta Usia boleh muda namun deretan peran yang dimainkan Rafly Altama beda-beda. Debut lewat film Cinta Tak Seindah Drama Korea, kini aktor kelahiran 6 Juli 2003, ini dipercaya sebagai Sadam dalam Keadilan: The Verdict.

Lawan mainnya dalam film ini pun tak main-main yakni Reza Rahadian, Rio Dewanto, hingga Elang El Gibran. Sebelumnya, Rafly Altama membintangi Rumah Untuk Alie dan memerankan Mamet dalam Rangga & Cinta.

Peran-peran ini merentang kemampuan akting Rafly Altama. Diarahkan beragam sutradara menguji keluwesannya dalam berlakon. Dari Meira Anastasia, Herwin Novianto, Riri Riza, lalu kini Lee Chang Hee dan Yusron Fuadi.

“Aku bersyukur banget bisa sampai di titik ini karena sudah melewati banyak proses dan pelajaran. Terutama ketika memerankan karakter beda-beda itu secara watak punya keunikan masing-masing,” kata Rafly Altama.

 

Karakter Beda-Beda

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Jakarta Selatan, baru-baru ini, sang aktor bersyukur ditangani beragam sutradara dari debutan hingga yang kawakan seperti Riri Riza. Dalam Keadilan: The Verdict, pengalamannya beda lagi.

Akting Rafly Altama dipoles Yusron Fuadi dan sineas Korea Selatan, Lee Chang Hee. “Semoga aku bisa memerankan karakter beda-beda dan lebih baik lagi ke depan karena masih butuh belajar banyak. Semoga aku selalu haus peran-peran berbeda,” harapnya.

 

Dia Selalu Menonton di Set

Ada sejumlah pelajaran yang dipetik Rafly Altama dari lokasi syuting film Keadilan: The Verdict. Salah satunya, gaya penyutradaraan Lee Chang Hee, yang dikenal publik lewat serial populer A Killer Paradox.

“(Dia) selalu menonton di set. Jadi dia menganggap pertunjukan itu bukan cuma di layar. Dia kalau enggak salah pernah bilang: Kalau gue bisa dapat emosinya di luar layar, itu berarti sudah cukup,” kenang Rafly Altama.

 

Sutradara Sebagai Penonton Pertama

“Ya (dia selalu memosisikan diri sebagai penonton pertama). Benaran sebagai penonton ya, bukan sutradara. Jadi ketika dia merasa emosinya sudah dapat berarti sudah benar (adegan sudah sesuai trek),” Rafly Altama berbagi cerita.

Dari Lee Chang Hee, Rafly Altama belajar membangun emosi lewat gestur, tatapan mata, hingga dialog dengan pola pikir taktis. Ia berharap Keadilan: The Verdict yang tayang di bioskop mulai 27 November 2025 disambut hangat publik.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Lee Min Ho di Dikabarkan Comeback Lewat Drama "Virtual Love”, Ini Detailnya

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan