Sinopsis Film Danyang Wingit Jumat Kliwon Soal Bahaya Hasrat Kekuasaan, Dibintangi Celine Evangelista

Danyang Wingit Jumat Kliwon tayang di bioskop Indonesia mulai 20 November 2025. Film ini dibintangi Fajar Nugra, Celine Evangelista, dan Whani Darmawan.

Diterbitkan 09 November 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • "Danyang Wingit Jumat Kliwon" tayang 20 Nov 2025, kisah ambisi Ki Mangun Suroto.
  • Film ini menyoroti bahaya hasrat kekuasaan dan keabadian yang merusak akal sehat.
  • Mengangkat budaya wayang, bukan mistis, terbukti sukses dengan tiket gala premiere ludes.

Liputan6.com, Jakarta Danyang Wingit Jumat Kliwon akan tayang di bioskop Indonesia mulai 20 November 2025. Film karya sineas Agus Riyanto ini menampilkan Fajar Nugra, Celine Evangelista, dan aktor peraih Piala Citra, Whani Darmawan.

Inilah sinopsis film Danyang Wingit Jumat Kliwon. Ki Mangun Suroto (Whani Darmawan) bukan dalang biasa. Diam-diam, ia menyimpan ambisi menguasai ilmu-ilmu kuno untuk memperkaya diri dan mencapai hidup abadi.

Pada 2021, Citra (Celine Evangelista) keponakan Mbok Ning (Djenar Maisa Ayu) yang selama ini bekerja sebagai asisten Ki Mangun Suroto, direkrut sebagai sinden. Di balik perekrutan ini ada motivasi terselubung.

Citra hendak dijadikan tumbal terakhir. Di sisi lain, Citra berharap uang hasil nyinden bisa dipakai untuk mengobati adiknya, Dewi (Aisyah Kanza). Bara (Fajar Nugra) salah satu penjaga di padepokan Ki Mangun Suroto berusaha menyelamatkannya.

 

Hasrat Kekuasaan dan Keabadian

Kepada Showbiz Liputan6.com, Sabtu (8/11/2025), Agus Riyanto menjelaskan, Danyang Wingit Jumat Kliwon digarap berbekal naskah karya Dirmawan Hatta. Film ini menyajikan atmosfer ritual, pusaka, dan mitos danyang dengan drama psikologis.

Pesan moral Danyang Wingit Jumat Kliwon tegas: hasrat kekuasaan dan keabadian dapat mengikis akal sehat. Jika tak dikendalikan, hasrat manusia bisa tampil lebih menakutkan daripada perwujudan iblis itu sendiri.

 

Wayang Adalah Budaya Indonesia

Film ini bukan hanya menghidupkan figur penjaga tak kasat mata dalam khazanah lokal, tapi juga mengangkat konflik keluarga dan konsekuensi ritual sebagai inti cerita. Nuansa teror Danyang Wingit Jumat Kliwon terasa personal, berlapis, dan relevan.

“Penonton setelah keluar dari bioskop, membawa pesan, wayang adalah budaya Indonesia yang indah yang harus diperkenalkan ke setiap generasi. Bukan hal-hal mistis yang dapat disalahgunakan untuk hal buruk.” kata Agus Riyanto.

 

Mengangkat Nilai Budaya

“Kita ingin mengangkat nilai budaya harus di atas nilai mistis yang tertinggal di dalamnya,” ia menambahkan. Gala premiere Danyang Wingit Jumat Kliwon digelar di Epicentrum XXI Jakarta Selatan, Sabtu (8/11/2025).

Lebih dari 3.000 tiket film Danyang Wingit Jumat Kliwon yang diproduksi Khanza Film Entertainment ludes. Momen ini jadi sinyal kuat bahwa gelombang horor berbasis kultur Nusantara terus menemukan penontonnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Ruben Onsu Ajukan Hak Asuh Anak, Sulit Bertemu Jadi Dasar Gugatan

Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan