RM BTS Pidato di KTT CEO APEC Korea 2025, Sebut ARMY hingga Ajak Pemimpin Dunia Dukung Sektor Kreatif

Pidato RM di KTT CEO APEC Korea 2025 menyampaikan pesan yang tegas mengenai pentingnya kreativitas, persatuan budaya, dan bagaimana K-Pop dapat menjadi jembatan untuk hubungan internasional. Ia mengajak para pemimpin dunia untuk mendukung seni dan orang-orang yang membuatnya.

Diterbitkan 30 Oktober 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jagat hiburan Negeri Ginseng membuat sejarah kembali karena leader BTS, Kim Nam Joon yang dikenal sebagai RM menjadi artis K-Pop pertama yang jadi pembicara utama di APEC CEO Summit Korea 2025. 

Dalam pidatonya yang berdurasi sekitar 10 menit dan disampaikan dalam bahasa Inggris, RM tidak hanya membahas perjalanan hidupnya dan tumbuhnya K-Pop di seluruh dunia, namun juga meminta para pemimpin negara untuk mendukung seni dan kreativitas.

Acara penting ini diadakan di Gyeongju, Korea Selatan, pada tanggal 29 Oktober 2025, dan dihadiri oleh para pemimpin negara serta pengusaha dari 21 anggota APEC. Tema utama konferensi kali ini adalah bagaimana inovasi dan industri kreatif bisa menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi dunia setelah pandemi.

RM dipilih bukan hanya sebagai simbol K-Pop, tapi juga sebagai perwakilan generasi kreatif Korea yang berpengaruh dunia. Tidak hanya RM yang menjadi sorotan, tetapi juga perusahaan yang menaunginya, HYBE yang menjadi sponsor resmi acara ini. HYBE menunjukkan pencapaiannya di berbagai pasar global seperti Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, dan India serta mengembangkan ide “kreativitas sebagai kekuatan ekonomi di masa depan.”

Dari Perjalanan BTS ke Pesan Solidaritas

Dilansir dari The Korea Times, RM memulai pidatonya dengan mengajak para audiens menelusuri perjalanan panjang BTS dari panggung kecil di Seoul hingga menjadi terkenal di seluruh dunia. “BTS pertama kali keluar dari Korea sekitar 10 tahun yang lalu, dan waktu itu kami tidak pernah membayangkan dapat mencapai sejauh ini,” ujarnya.

Dari pengalaman tersebut, RM menekankan bahwa dukungan dari ARMY, penggemar BTS di seluruh dunia telah menjadi kekuatan yang menghilangkan batasan antara budaya.

“ARMY meruntuhkan dinding-dinding tersebut. Mereka menjadikan musik kami sebagai bahasa yang sama,” tambahnya. Menurut RM, kisah ini menunjukkan bahwa budaya bisa menyatukan orang, bukan memisahkan, bahkan di zaman yang semakin terpecah belah.

Dari Musik ke Makna Inklusivitas

Setelah membahas perjalanan BTS, RM melanjutkan pidatonya ke arah yang lebih dalam dengan membandingkan K-Pop dengan bibimbap, sebuah makanan populer dari Korea yang mencampur berbagai bahan menjadi satu rasa yang enak. “Ambil nasi, masukkan sayur, daging, dan bumbu itu yang disebut bibimbap. K-Pop juga mirip seperti itu.” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Menurut RM, K-Pop adalah gabungan antara perasaan dan keindahan budaya Korea dengan elemen global seperti hip-hop dan EDM. Setiap bagian tetap memiliki ciri khasnya sendiri, tetapi ketika disatukan menciptakan sesuatu yang baru dan menyenangkan. Ia menekankan bahwa keberhasilan K-Pop berasal dari menghargai keragaman budaya di seluruh dunia, tetapi menjadi menjaga identitas budaya Korea.

Halaman
Show All
Aisyah Ichsani Maulida, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan