Aktris AI Tilly Norwood Debut di Zurich Summit, Diprogram Jadi Bintang Papan Atas Generasi Baru

Di tengah perdebatan teknologi, sebuah studio talenta meluncurkan aktris virtual yang siap bersaing dengan bintang Hollywood papan atas.

Diterbitkan 29 September 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Praktek AI Rahasia

Laporan dari Deadline, Jumat (27/9/2025), baik Eline Van der Velden maupun Verena Puhm, kepala Studio Dream Lab LA dari Luma AI sepakat bahwa studio-studio besar sudah mengadopsi teknologi AI secara rahasia. Verena Puhm bahkan menyatakan tahu beberapa studio tidak jujur saat mengaku belum menggunakan AI. 

"Saya ingat pernah bertemu dengan studio-studio sebagai seniman AI sebelum bergabung dengan Luma. Beberapa bilang, 'Oh, tidak, kami tidak pakai AI.' Saya tahu beberapa berbohong, mereka memang diam-diam mengerjakan beberapa hal, tetapi beberapa tidak terbuka sama sekali. Lalu, tahun ini, orang-orang tersebut mulai menelepon saya dan ingin bicara," ujar Verena Puhm mengutip dari artikel Deadline, Jumat (27/9/2025).

"Sejujurnya, saya pikir tahun ini akan menjadi menarik. Di awal tahun depan, akan ada banyak pengumuman," prediksi Verena Puhm. Kepala studio Luma AI juga mengungkapkan bahwa semua perusahaan besar sedang mengerjakannya di bawah perjanjian kerahasiaan dan bekerja dengan nyaman, dilaporkan oleh Deadline, Sabtu (27/9/2025).

Dibuat Secara Khusus

Melansir Deadline, Jumat (27/9/2025), Xicoia didirikan secara khusus untuk menciptakan, mengelola, dan memonetisasi generasi baru "bintang digital hiperreal." Eline Van der Velden menjelaskan, "Dengan Xicoia, kami menciptakan studio pertama di mana talenta yang digerakkan oleh AI bukan hanya gimmick, ini adalah IP hidup yang tampil dengan kedalaman, humor, dan alur naratif."

Diinformasikan juga oleh Deadline pada Kamis (25/9/2025), karakter AI seperti Tilly Norwood dirancang dengan latar belakang cerita yang lengkap dan kemampuan berinteraksi secara dinamis. Berbeda dengan avatar statis, mereka dapat terlibat dalam percakapan tanpa naskah dan beradaptasi dengan tren, beroperasi pada model hibrida antara pengawasan kreatif manusia dan responsivitas AI yang otonom. 

Masa Depan IP Berbasis AI

Berdasarkan informasi dari Deadline, Kamis (25/9/2025), rencana jangka panjang perusahaan Xicoia adalah berekspansi dengan menciptakan lebih dari 40 persona AI, melisensikan teknologi DeepFame, dan merambah ke berbagai format hiburan baru. Visi utamanya adalah membangun sebuah jagat karakter yang saling terhubung untuk membuka potensi crossover, meningkatkan kekayaan intelektual digital yang dinamis, dan mengembangkan IP digital.

"Kami yakin generasi ikon budaya berikutnya akan bersifat sintetis – bintang yang tak pernah lelah, tak pernah menua, dan dapat berinteraksi dengan penggemar. Namun, seperti halnya perusahaan hiburan terbaik, kuncinya bukanlah teknologinya, melainkan penceritaan dan orang-orang di balik kisah-kisah tersebut," tutur Eline Van der Velden dikutip dari Deadline, Senin (29/9/2025).

Eline Van der Velden juga menambahkan, "Kita sedang berada di awal sebuah kategori baru – kekayaan intelektual selebritas yang didukung AI. Sama seperti abad ke-20 yang ditentukan oleh kebangkitan bintang film dan ikon pop, kami percaya abad ke-21 akan ditentukan oleh talenta sintetis," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Vindy Therecia, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan