Kevin Ardilova Sempat Stres 3 Hari Pertama Syuting Film Dilanjutkan Salah Disudahi Perih

Kevin Ardilova ungkap pengalamannya yang penuh tantangan saat pertama kali membintangi film drama komedi romantis Dilanjutkan Salah Disudahi Perih.

Diterbitkan 26 September 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kevin Ardilova debut di drama komedi romantis DSDP, keluar dari zona nyaman.
  • Awalnya stres beradaptasi genre komedi dan logat Sunda, dibantu sutradara.
  • Merasa terhubung karakter Darian, film ini ajak penonton berpikir dewasa.

Liputan6.com, Jakarta - Kevin Ardilova akhirnya keluar dari zona nyamannya dengan mengambil peran dalam film bergenre drama komedi romantis pertamanya yang berjudul Dilanjutkan Salah Disudahi Perih (DSDP). Kevin yang membawakan karakter Darian akan menjadi debut dan langkah baru dalam kariernya yang selama ini lebih banyak diisi oleh film-film dengan genre yang lebih serius.

Menurut keterangan Kevin kepada tim Showbiz Liputan6.com, Rabu (10/9/2025), Kevin mengaku bahwa pengalaman perdananya ini tidak berjalan mulus begitu saja. Ia sempat merasa tertekan hingga stres selama tiga hari pertama proses syuting berlangsung karena harus beradaptasi dengan genre komedi yang sangat berbeda dari proyek-proyek sebelumnya.

"Gila, gila, stress banget. Aku stress," ungkap Kevin saat menceritakan pengalamannya di awal syuting. Ia merasa perlu beradaptasi total untuk bisa menyatu dengan karakter dan nuansa komedi yang dibutuhkan dalam film tersebut.

Namun, berkat dukungan dari lingkungan kerja yang positif dan keinginannya untuk terus belajar, Kevin berhasil melewati masa sulit tersebut. "Bisa ya bisa. Lu pemain keren, pemain bagus, bisa. Enggak apa-apa pelan-pelan nih coba-coba," ucap Kevin menirukan perkataan rekan kerjanya. 

Logat Sunda Jadi Tantangan Lain

Bagi Kevin, salah satu tantangan terbesar dalam film ini adalah tuntutan untuk berdialog menggunakan logat dan bahasa Sunda. "Lumayan, lumayan (susah). Ini aku pertama kali jadi orang Sunda. Ya, terus persiapan juga enggak lama, cuma seminggu kalau enggak salah," ungkap Kevin.

Dengan waktu yang terbatas, ia harus memaksimalkan proses reading untuk mendalami karakter sekaligus melatih dialek Sunda. "Untungnya Pak Benni (sutradara film DSDP) itu orang Sunda. Jadi, dia kayak dialect coach kita lah gitu," cerita Kevin sambil menyontohkan kejadian saat syuting untuk mendapatkan "cengkok" yang pas.

Merasa Terhubung dengan Karakter

Kevin mengaku merasa terhubung dan memiliki kesamaan dengan karakter Darian yang ia perankan. Menurutnya, karakter tersebut merefleksikan dirinya di masa lalu, terutama saat ia masih berusia 19-20 tahun yang cenderung impulsif dan emosional.

"Lumayan relate karena aku pernah di fase (labil) seperti itu. Jadi, ya aku recall aja, callback. Aku pernah berada di posisi ini," kata Kevin. Pengalaman masa lalunya itu memudahkannya untuk memahami dan mendalami perasaan serta konflik batin yang dialami oleh karakternya, sehingga ia tidak merasa begitu sulit untuk memerankan Darian.

Makna di Balik Cerita Film

Bagi Kevin, film Dilanjutkan Salah Disudahi Perih tidak bermaksud untuk menggurui penonton. "Sebenernya tujuan film kan gitu kan. Memberikan sudut pandang lain, yang kita mungkin gak ngerti dan kita gak pernah lihat," jelas Kevin mengenai pesan yang ingin disampaikan.

Film ini menyoroti bagaimana sifat impulsif dan kurangnya pemikiran matang dapat berujung pada keputusan besar yang gegabah, seperti mengucapkan talak tiga tanpa memahami konsekuensinya. 

"Ya menghibur (sebagai film) dan ya mungkin pesannya gitu. Orang-orang mungkin harus lebih mikir, lebih prepare gitu. Harus dewasa dulu secara mental," pungkas Kevin tentang pesan film yang ingin disampaikan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Gugatan Ruben Onsu Bikin Agenda Pertemuan Sarwendah pada 11 Juli Dipastikan Batal

Vindy Therecia, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan