Profil Robert Redford, dari Aktor Tampan Menjelma Jadi Ikon Hollywood yang Melegenda

Robert Redford juga merupakan aktivis lingkungan yang vokal, dan pendiri Sundance Institute yang dikenal lewat festival filmnya yang prestisius.

Diterbitkan 17 September 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Robert Redford, salah satu nama besar dalam industri sinema Hollywood, kini telah berpulang. Ia meninggal dunia pada Selasa, (16/9/2025). Kabar duka ini juga telah dikonfirmasi juru bicara keluarga. 

"Robert Redford meninggal pada 16 September 2025, di rumahnya di Sundance di Utah — tempat yang dicintainya, dikelilingi oleh orang-orang yang dicintainya," begitu pernyataan dari perwakilan sang aktor. Meski kini ia telah berpulang untuk selamanya, pencapaiannya selama enam dekade lebih berkarier di dunia hiburan akan terus dikenang sepanjang masa. 

Dilansir dari People, sang ikon Hollywood lahir dengan nama Charles Robert Redford Jr. pada 18 Agustus 1936 di Santa Monica, California, AS. Robert Redford kemudian menempuh pendidikan di American Academy of Dramatic Arts, lalu memulai debut Broadway-nya dalam Tall Story pada 1959. 

Setahun setelahnya, ia mulai berakting di layar kaca, dengan Tate, Route 66, Alfred Hitchcock Presents, The Twilight Zone, dan The Untouchables. Namanya meroket setelah tampil dalam Butch Cassidy and the Sundance Kid bersama mendiang Paul Newman.

Kematian dan Usia

Tahun 1970-an, Robert Redford makin meroket sebagai idola wanita berkat wajah tampan dan bakat aktingnya. Ia membintangi sejumlah film romance sukses seperti Barefoot in the Park (1975), The Way We Were (1973), The Natural (1984), Out of Africa (1985), dan masih banyak lagi.

Namun tak selamanya parasnya memberikan keuntungan bagi Robert Redford. BBC mewartakan, bahwa ia ditolak untuk peran Benjamin Braddock dalam The Graduate karena sutradara Mike Nichols merasa ia terlalu tampan.

Meski begitu, Robert Redford membuktikan diri tak hanya jago berakting dalam genre romansa. Ia juga tampil dalam beragam genre seperti The Great Gatsby (1974), All the President's Men (1976), Indecent Proposal (1993), The Horse Whisperer (1998), dan All Is Lost (2013). 

Nyebur Jadi Sutradara dan Mendirikan Sundance Institute

Tak hanya berakting, ia juga duduk di kursi sutradara. Sejumlah film yang ia garap antara lain Ordinary People (1980), A River Runs Through It (1992), Quiz Show, The Legend of Bagger Vance (2000), dan Lions for Lambs (2007). 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Lewat Ordinary People, ia meraih Piala Oscar dalam kategori Penyutradaraan Terbaik. Lalu pada 2001 ia kembali membawa pulang piala Oscar, kali ini lewat Academy Honorary Award, sebagai penghargaan atas pencapaiannya selama berkarier. Piala lain yang ia raih antara lain BAFTA, Golden Globe Awards, Directors Guild of America Awards, hingga Film Critic Awards. Kecintaannya pada dunia sinema bahkan membuatnya mendirikan Sundance Institute, lembaga nirlaba yang mendukung film dan teater independen. Kini, lembaga itu dikenal lewat event prestisius tahunan Festival Film Sundance. 

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan