Tak Hanya Ngonten IKN, Dian Rana Suarakan Hati Rakyat Lewat Wawancara Khusus

Kreator konten Dian Rana, konsisten mendokumentasikan pembangunan IKN hingga berhasil mewawancara mantan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono.

Diperbarui 04 Agustus 2025, 14:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kreator konten asal Kalimantan Timur, Dian Rana, makin diperhitungkan dalam pusaran narasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dikenal luas karena konsisten mendokumentasikan tiap denyut pembangunan IKN sejak awal, Dian Rana baru-baru ini mencapai milestone penting. Ia mewawancara eksklusif Prof. (HC) Dr. Bambang Susantono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Otorita IKN, Jumat, 1 Agustus 2025.

Pertemuan ini bukan sekadar obrolan santai, melainkan wawancara eksklusif yang mempertemukan dua perspektif krusial: suara dari lapangan dan pandangan akademis dari pakar pembangunan kota. Dian Rana sebagai pewawancara langsung menyuarakan hati masyarakat kepada salah satu tokoh kunci di balik proyek IKN yang kerap jadi pusat perhatian publik.

Bambang Susantono, yang kini menjabat sebagai Kepala Institut Pembangunan Kota dan Daerah Asia Pasifik (CLGI), hadir di IKN dalam kapasitas sebagai pembicara dalam Congress of Indonesian Diaspora ke-8.

Sebelum naik podium, ia secara khusus menyempatkan waktu untuk berbincang dengan Dian Rana —yang gigih merekam denyut kehidupan IKN dari hari ke hari. "Ini bukan sekadar konten. Ini adalah jembatan. Saya hanya mencoba menyampaikan apa yang sering tidak terdengar," kata Dian Rana usai wawancara, menegaskan misinya.

Menjadi Jembatan Suara dari Lapangan

Dian Rana lama dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah mendokumentasikan detail pembangunan IKN. Sejak awal proyek ini digulirkan, kamera Dian Rana setia mengabadikan perubahan, kemajuan, hingga tantangan di lapangan. Konsistensi membuatnya jadi salah satu sumber informasi primer bagi masyarakat yang ingin tahu perkembangan IKN dari sudut pandang yang lebih dekat dan autentik.

Keputusannya mengambil peran sebagai pewawancara dalam pertemuan dengan Bambang Susantono menunjukkan evolusi peran dari sekadar pendokumentasi menjadi penyampai aspirasi. Tak hanya merekam, Dian Rana berupaya menjembatani kesenjangan informasi antara pihak berwenang dan masyarakat yang akan menjadi penghuni atau terdampak langsung pembangunan IKN.

Ini sebuah langkah progresif dalam dunia kreator konten, di mana mereka tidak hanya menghibur atau menginformasikan, tapi juga memberdayakan suara publik. Melalui wawancara ini, Dian Rana ingin memastikan perspektif dan harapan masyarakat, terutama yang berada di sekitar IKN, dapat tersampaikan langsung kepada pihak berwenang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Ini selaras dengan pernyataan Dian bahwa ia "hanya mencoba menyampaikan apa yang sering tidak terdengar," misi mulia yang kini ia emban dengan platform sebagai kreator konten. Perannya ini menegaskan bahwa medsos dapat menjadi alat ampuh untuk diplomasi publik dan partisipasi warga.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan