Film A Normal Woman: Perjalanan Milla Menemukan Jati Diri

Netflix siap menyajikan sebuah gothic psychological drama melalui film terbarunya yaitu A Normal Woman yang akan tayang perdana pada Kamis, (24/07/2025).

Diperbarui 23 Juli 2025, 23:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Intip Karakter dalam Film A Normal Woman

Semua karakter dalam film A Normal Woman mempunyai warnanya masing-masing yang saling melengkapi. Pertama ada Milla, karakter utama dalam film A Normal Woman merupakan seorang perempuan yang selalu menempatkan kepentingan orang lain daripada dirinya. Karakter Milla sendiri merepresentasikan people pleaser yang mungkin banyak dialami oleh semua masyarakat sekarang ini. 

Lalu ada Jonathan, suami Milla merupakan pewaris tunggal bisnis keluarga Gunawan dan seorang yang perfeksionis. Jonathan adalah seseorang dengan tipe anak mami sekaligus family man dengan sifat dominan dalam pernikahannya.  

Liliana, ibu dari Jonathan juga mempunyai karakter menarik yang mungkin masih ditemukan di Indonesia. Ibu kandung Jonathan ini merupakan seorang matriarch yang akan mempertaruhkan segalanya untuk menjaga reputasi keluarga Gunawan. 

Angel Gunawan, anak dari pasangan Jonathan dan Milla dalam film ini mengalami krisis kepercayaan diri. Hal ini mungkin dirasakan oleh sebagian orang yang merasa dirinya sering dibanding-bandingkan. Karakter Angel ini tumbuh dengan banyak rasa insecure dan low self-esteem karena keluarga yang terlihat perfect sehingga ia tidak percaya diri.

Mengambil Isu yang Bisa Dirasakan Penonton

A Normal Woman sendiri mengangkat beberapa isu yang bisa jadi masih sering terjadi di kalangan masyarakat. Kesehatan mental menjadi isu utama yang diangkat dalam film ini. 

Ekspektasi sosial yang tinggi terhadap seorang perempuan ternyata secara tidak sadar bisa menjadi beban bagi perempuan tersebut. Karakter Milla dalam film ini menjadi gambaran atau simbol perempuan di era yang modern ini tetap ingin memenuhi semua peran dalam satu waktu. 

Tak hanya kesehatan mental, film ini juga menceritakan bagaimana kesadaran gender akan terus berkembang. Melalui ekspektasi yang ditanamkan oleh Liliana, ibu kandung Jonathan, menjadi sebuah “penindasan” bagi generasi Milla dan Angel. 

Di sisi lain, Angel lebih berani untuk protes ketika melihat sang ibu diperlakukan tidak adil oleh keluarga Gunawan. Ketiga karakter perempuan yang ada dalam film ini menggambarkan bahwa ada perbedaan tradisi dari generasi ke generasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Hosana Solagracia Sifra, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan