Ifan Seventeen dan Faizal Hermiansyah Bertemu Jelang Kongres Gekrafs, Sebut Seni Alat Diplomasi Negara

Dirut PFN, Ifan Seventeen bertemu Tenaga Ahli DPR RI dan Ketua UMKM DPP Gekrafs, Faizal Hermiansyah, jelang Kongres Gekrafs 2025. Apa yang dibahas?

Diperbarui 24 Juni 2025, 21:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama Produksi Film Negara atau PFN, Ifan Seventeen bertemu Tenaga Ahli DPR RI dan Ketua UMKM DPP Gekrafs, Faizal Hermiansyah, dalam program Creative Talks Road to Kongres Gekrafs 2025 di Jakarta Selatan, Senin (23/6/2025).

Creative Talks yang juga dihadiri Tenaga Ahli KSP Cheryl Tanzil dan Sayed Muhammad dari USS Networks ini digelar menjelang Rembuk Kreatif Nasional Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) di Senayan, Jakarta pada 18 hingga 20 Juli 2025.

Rembuk Kreatif Nasional merupakan forum nasional pelaku kreatif untuk merumuskan arah bersama. Forum ini memiliki dua agenda besar. Di antaranya, Kongres Gekrafs dan Svarafest yakni festival musik, bazar UMKM, dan aktivasi komunitas yang terbuka untuk umum.

Ini kali pertama Kongres 1 Gekrafs di Jakarta dengan agenda terdiri Stadium General, sidang pemilihan ketua umum periode baru, hingga penyusunan AD/ART. Faizal Hermiansyah mengaku ada banyak hal yang dibahas bareng Ifan Seventeen.

 

Obrolan Bareng Ifan Seventen

“Saya sama Ifan mengobrol panjang, salah satunya bagaimana film yang diproduksi nanti lewat PFN jauh lebih berkualias dan bisa mendiplomasikan Indonesia lebih ramai ke negara-negara lain di tengah kondisi Geopolitik yang sedang memanas,” kata Faizal Hermiansyah.

Faizal Hermiansyah dan Ifan Seventeen sepakat, bahwa film bisa mempresentasikan wajah Indonesia yang beragam sambil tetap menjaga kualitas sinematiknya. Ifan Seventeen sendiri dalam sambutannya menyebut budaya bisa jadi alat soft diplomacy paling efektif.

Faizal Hermiansyah menambahkan, lebih dari itu, budaya termasuk karya seni di dalamnya bisa menyelamatkan negara. Salah satu contoh kekinian terjadi di Puerto Rico. Pada 2017, negara ini terancam bangkrut namun musik berhasil membalik keadaan.

“Hampir bangkrut, tapi karena ada satu industri kreatif namanya musik yang mengakibatkan dia bisa keluar dari kebangkrutan lewat ‘Despacito.’ Lagu itu akhirnya membuat Puerto Rico kembali menjadi negara yang punya daya juang dan daya wisata tinggi,” ulasnya.

 

Berkaca Pada Fenomena “Despacito”

Akhirnya banyak yang datang untuk melihat tempat-tempat syuting video klip “Despacito” maupun kawasan wisata bagus di Puerto Rico. Di YouTube, lagu yang dilantun Luis Fonsi featuring Daddy Yankee ini menyerap lebih dari 8,7 miliar views.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Despacito” juga mengantar para musisinya meraih 4 nominasi Grammy Awards termasuk kategori bergengsi Song of the Year dan Record of the Year. Faizal Hermiansyah menyatakan, Indonesia mesti berkaca pada kisah sukses Puerto Rico ini. “Itu dari satu industri kreatif, yakni musik. Ini jadi contoh bagi Indonesia. Bahwa Indonesia juga harus fokus terhadap hal itu. Apalagi, industri kreatif (saat ini) menyumbangkan 7 persen dari PDB,” Faizal Hermiansyah mengingatkan. Selain sumber daya manusia melimpah, Indonesia punya Bali sebagai destinasi wisata terpopuler sejagat, Jember Fashion Week, Reog Ponorogo, dan lain-lain. Dengan potensi sebesar ini, sayang jika Indonesia hanya menjadi market.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan