Makna Lagu One dari Metallica, Tentang Kelamnya Perang yang Membuahkan Kesepian dan Jeritan Tanpa Suara

Makna lagu Metallica yang berjudul One menggambarkan kondisi mengerikan sang prajurit setelah terkena ledakan mortir di tengah perang. Seperti apa kisah selanjutnya serta makna lagu ini secara lebih dalam? Berikut selengkapnya.

Diterbitkan 25 Juni 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Lagu "One" dari Metallica bukan sekadar karya musik metal klasik. Ini adalah potret tragis seorang tentara muda yang kehilangan segalanya dalam perang—indera, anggota tubuh, dan harapan hidup—namun masih terperangkap dalam kesadaran penuh. Makna lagu ini menggambarkan kondisi mengerikan sang prajurit setelah terkena ledakan mortir.

Dia tak bisa melihat, mendengar, mencium, merasa, atau bergerak. Terbangun dari koma di rumah sakit, ia hanya bisa mengenang masa lalunya—termasuk pesan-pesan dari sang ayah—sambil berjuang mencari cara agar dunia tahu: ia ingin mati.

Lirik lagu ini terinspirasi langsung dari novel Johnny Got His Gun (1939) karya Dalton Trumbo, yang juga difilmkan pada 1971. Dalam lagu tersebut, Metallica menyisipkan kutipan penting dari buku itu:

"A million to one always leaves one." Kutipan ini menggambarkan ironi eksistensial: kemungkinan seorang manusia mengalami penderitaan sebesar itu memang sangat kecil, tapi tetap saja nyata bagi satu orang. 

 

Tragedi yang Dibungkus Distorsi dan Morse Code

Kisah dalam lagu ini mencapai puncaknya saat sang tentara mulai mengalami kejang-kejang terus-menerus. Para dokter bingung karena tubuhnya tak kunjung mati.

Saat seorang prajurit lain menyadari bahwa itu adalah kode Morse, terbukalah isi hati tokoh utama: “He is saying K-I-L-L M-E over and over again.”

Tragis dan brutal, "One" membawa dimensi kemanusiaan yang dalam melalui aransemen musikal yang perlahan membangun tensi, dari melodi balada hingga distorsi metal yang menghantam.

 

Dari Buku, Film, ke Video Klip Penuh Luka

James Hetfield, vokalis sekaligus penulis lagu ini bersama drummer Lars Ulrich, mengenal Johnny Got His Gun lewat kakak tirinya, David Hale. Ketika Metallica membuat video musik "One", mereka meminjam potongan gambar dan dialog dari film adaptasi novel tersebut. Ini menjadi video klip pertama Metallica—sebuah keputusan besar bagi band yang sebelumnya sangat menjaga jarak dari MTV.

Visual dalam video "One" suram dan mengguncang: hitam putih, atmosfer kelabu, dengan nuansa film lama yang memperkuat rasa mencekam dari lagu.

Meski awalnya ragu karena terlalu banyak potongan film yang menutupi musik, akhirnya Metallica dan sutradara Bill Pope serta Michael Salomon mencapai kompromi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Untuk menghindari pembayaran royalti berkelanjutan atas penggunaan film, Metallica akhirnya membeli hak atas film Johnny Got His Gun. Saat film tersebut dirilis ulang dalam format DVD, itu terjadi berkat langkah yang diambil Metallica.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan