Rumah Masa Kecil Maia Estianty yang Hangat dan Penuh Kenangan di Surabaya

Rumah ini seolah menjadi cerminan bagaimana karakter Maia yang tangguh, hangat, dan terstruktur terbentuk sejak dini.

Diperbarui 23 Juni 2025, 10:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Maia Estianty dikenal sebagai musisi sukses dengan gaya hidup modern, namun masa kecilnya justru dihabiskan dalam rumah sederhana nan asri. Rumah masa kecilnya yang terletak di Surabaya ini kini menjadi sorotan karena menyimpan banyak cerita personal dan simbol kehidupan keluarga besarnya. Dari fasad tropis, ruang sempit, hingga ruang tamu tempat Irwan Mussry melamarnya, semuanya menyimpan makna mendalam.

Gaya hidup di rumah itu mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat, keterbatasan ruang yang dilengkapi rasa saling berbagi, serta semangat pendidikan tinggi dari orang tua Maia. Meskipun tak mewah, setiap sudut rumah merepresentasikan kehangatan dan fungsi yang optimal. Rumah ini seolah menjadi cerminan bagaimana karakter Maia yang tangguh, hangat, dan terstruktur terbentuk sejak dini.

Tampak Depan Rumah dari Sudut Lebar

Foto pertama menunjukkan fasad rumah dari jarak jauh, memperlihatkan atap genteng merah model limasan yang menjadi ciri khas rumah-rumah era 70–80-an. Terlihat juga deretan pot besar berbentuk bulat yang ditanami tanaman seperti ilalang air dan lidah mertua. 

Tanaman-tanaman tersebut disusun linear di depan rumah dan menciptakan pagar alami yang hijau serta menyegarkan. Taman kecil yang dipenuhi rumput dan tanaman perdu menambah kesan asri, cocok dengan iklim tropis Indonesia. Keberadaan taman ini mencerminkan gaya hidup terbuka dan terhubung dengan alam. Meski sederhana, tatanan rumah ini menunjukkan penghuni yang menghargai keteraturan dan keindahan.

Tampak Depan Rumah dari Sudut Lebih Dekat dan Kanan

Dari sudut yang lebih dekat dan menyamping ke kanan, kita bisa melihat pagar kayu coklat tua yang setengah terbuka. Hal ini menciptakan kesan rumah yang tidak eksklusif atau tertutup dari dunia luar. Di balik pagar tersebut, terdapat kanopi sederhana yang ditopang oleh bata ekspos, memperkuat gaya arsitektur kolonial tropis yang masih dipertahankan.

Nomor rumah "15" terpampang jelas di atas balok kanopi, memberikan identitas unik yang mudah dikenali di kawasan perumahan lama Surabaya. Teras rumah dipenuhi pot batu bata dan tanaman hias, menunjukkan kecintaan keluarga terhadap elemen alami. Gaya ini menggabungkan kepraktisan dan keindahan dalam satu kesatuan yang harmonis.

Bel Rumah yang Klasik 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Bel rumah berbentuk tiga lonceng logam dengan rantai penarik menggantung di depan pintu masuk. Desainnya mengingatkan pada era rumah tradisional yang mengutamakan fungsi dan nilai artistik sekaligus. Bel seperti ini bukan hanya alat pemberi tanda, tetapi juga ornamen yang memperkuat karakter rumah. Keunikan bentuk bel menunjukkan adanya cita rasa seni dan pemilihan elemen rumah tangga yang tidak sembarangan. Ini bisa jadi merupakan peninggalan generasi sebelumnya yang tetap dipertahankan hingga kini. Melihat bentuk dan fungsinya, bel ini telah menjadi bagian dari identitas visual rumah tersebut.

Halaman
Show All
Rizka Nur Laily Muallifa, Alieza NurulitaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan