Makna Lagu Under Pressure dari Queen dan David Bowie, Tentang Tekanan Hidup yang Menindas Manusia

Makna lagu Under Pressure dari Queen dan David Bowie berbicara tentang tekanan hidup yang bisa menghancurkan, namun menyelipkan pesan bahwa cinta. Yuk kita simak lebih mendalam tentang lagu ini dan proses di balik pembuatannya.

Diterbitkan 28 Mei 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Cerita menarik lain datang dari produser Reinhold Mack, yang mengenang momen ketika Freddie Mercury dan David Bowie merekam vokal secara bergantian. Salah satu dari mereka akan dikunci di luar ruang studio agar tidak bisa mendengar apa yang dinyanyikan rekannya.

Ketika Mercury terkesan karena Bowie berhasil mengisi bagian vokal dengan sangat pas, Mack hanya berkata, “Mudah saja kalau kamu ngintip dari pintu.” Komentar itu konon membuat Mercury sempat melontarkan kata-kata pedas pada Bowie.

Pencapaian Under Pressure dan Makna Mendalam di Balik Liriknya

"Under Pressure" dirilis sebagai single dan langsung masuk dalam album Greatest Hits Queen di Amerika Serikat. Di Inggris, lagu ini baru masuk album Hot Space enam bulan kemudian. Lagu ini menjadi lagu kedua Queen yang berhasil menempati posisi puncak tangga lagu di Inggris setelah “Bohemian Rhapsody.”

Fenomena duet antara musisi besar memang marak pada era 1980-an. Selain Queen dan Bowie, kolaborasi semacam ini juga dilakukan oleh Paul McCartney dan Stevie Wonder (“Ebony and Ivory”), Diana Ross dan Lionel Richie (“Endless Love”), serta Kenny Rogers dan Dolly Parton (“Islands in the Stream”).

Makna mendalam dalam "Under Pressure" tetap relevan hingga hari ini. Liriknya menggambarkan bagaimana tekanan hidup dapat menindas manusia, namun juga tetap mengajak pendengarnya untuk melihat bahwa empati, kasih sayang, dan kemanusiaan adalah solusi yang nyata.

“It’s the terror of knowing what this world is about… Keep coming up with love but it’s so slashed and torn,” begitu penggalan lirik yang menggugah hati para pendengar dan penggemar Queen maupun Bowie.

 

Diputar di Sejumlah FIlm dan Kisah Nostalgia di Belakang Layar

Lagu ini juga diputar dalam sejumlah film, seperti 40 Days and 40 Nights (2002) dan The Girl Next Door (2004), serta menjadi bagian dari pertunjukan teater musikal We Will Rock You. Bahkan, musisi seperti Joss Stone dan grup seperti My Chemical Romance dan The Used pernah membawakan ulang lagu ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Queen dan Bowie.

Salah satu kisah nostalgia lainnya datang dari tahun 1969, ketika Freddie Mercury yang masih bekerja di sebuah kios di Kensington Market, membantu David Bowie memilih sepatu.

Tak disangka, lebih dari satu dekade kemudian, dua seniman besar ini akan bersatu menciptakan salah satu karya musik paling berkesan dalam sejarah rock.

Dengan segala tensi kreatif dan dinamika di balik layar, "Under Pressure" boleh dicap sebagai karya kolaboratif yang membuktikan suksesnya kekuatan emosi dan kejujuran dalam musik. Lagu ini juga bisa dijadikan sebagai pengingat bahwa di balik tekanan yang mencekik, cinta dan solidaritas antarmanusia tetap punya tempat yang tak tergantikan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan