Modulus Comeback, Restu Anak Jadi Kompasnya: Racik Musik Lama dengan Selera Gen Z

Band Modulus comeback setelah 25 tahun, dengan restu dan masukan dari anak-anak mereka yang menyebut musik Modulus masih relevan dan cocok dengan selera Gen Z.

Diterbitkan 22 Mei 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setelah 25 tahun absen dari belantika musik Tanah Air, band lawas era '80-an, Modulus, akhirnya mengumumkan rencana comeback yang dinanti-nantikan penggemar lama.

Menariknya, kembalinya Modulus ke panggung musik Indonesia tak hanya dibalut semangat nostalgia, namun juga strategi yang matang untuk merangkul generasi Z atau Gen Z.

Modulus, yang dikenal dengan warna musik khas era '80-an, menyadari bahwa dinamika industri musik telah berubah drastis.

Untuk menjangkau pendengar muda, mereka pun melakukan pendekatan unik, meminta pendapat dari anak-anak mereka sendiri, yang merupakan bagian dari Gen Z.

Nanya ke Anak Dulu: Musik Modulus masih Relate Gak, Sih?

Dalam wawancara eksklusif bersama tim Showbiz Liputan6.com, para personel Modulus mengungkap bahwa restu dan dukungan dari generasi muda terutama anak-anak mereka, menjadi salah satu alasan terbesar band ini memutuskan untuk kembali berkarya. Mereka menyadari bahwa untuk bisa relevan kembali, perlu ada pandangan dari generasi saat ini.

“Sebelum akhirnya jalan, saya ada nanya ke anak saya yang kebetulan juga nge-band, 'musik Modulus tuh masih relate enggak sih sama generasi sekatang?' Mereka malah bilang, ‘Justru musik kayak gini lagi naik banget, dan jadi tren di kalangan Gen Z’,” ujar salah satu personel Modulus, Daniel (gitar).

 

Lagu Modulus Masuk Banget ke Selera Gen Z

Tak hanya memberi semangat, anak-anak mereka bahkan ikut menilai apakah genre yang dulu Modulus usung antara campuran jazz rock 80-an dan soul masih bisa diterima oleh pasar masa kini, terutama oleh anak-anak muda Gen Z.

“Anak saya bilang, lagu-lagu Modulus tuh cocok banget buat playlist sekarang. Katanya, justru vibe-nya mirip sama musik-musik yang lagi sering diputar di TikTok atau Spotify,” lanjut Daniel sambil tertawa.

Bukan Sekadar Reuni Nostalgia

Pernyataan sang anak tersebut membuat Modulus berpikir ulang. Bukan sekadar reuni nostalgia, mereka akhirnya melihat potensi besar untuk menyampaikan musiknya ke generasi baru. Bahkan, anak para personel ikut terlibat dalam memberikan saran terhadap rencana Modulus ke depannya.

Menurut Modulus, fenomena ini membuktikan bahwa musik tidak mengenal batas usia. Justru ketika disampaikan dengan cara yang tepat, musik lintas generasi bisa menjadi jembatan emosional antara orang tua dan anak.

Modulus dijadwalkan akan merilis karya terbarunya dalam waktu dekat. Proyek ini bukan hanya menjadi comeback, tetapi juga penanda era baru: musik lama dengan selera Gen Z sebagai arah barunya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Larissa Chou Tanggapi Isu Selingkuh Setelah Gugat Cerai Ikram Rosadi: Basi Banget!

Siti Naila Adzkhia, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan