Makna Lagu Imagine dari John Lennon: Imajinasi tentang Dunia Damai Tanpa Terpecah oleh Perbedaan

Lagu "Imagine" ditulis oleh John Lennon bersama istrinya, Yoko Ono, di tengah situasi dunia yang penuh gejolak, ketegangan, serta berbagai ketidakadilan sosial dan ekonomi yang menjadi latar belakang lahirnya lagu ini.

Diterbitkan 18 Mei 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Lebih dari lima dekade sejak pertama kali dirilis, lagu "Imagine" karya mendiang John Lennon masih menjadi salah satu lagu paling ikonik di dunia. Dirilis pada 1971, lagu ini tak hanya mencerminkan aspirasi pribadi mantan gitaris dan vokalis The Beatles itu terhadap perdamaian dan dunia yang lebih baik. Lagu ini juga menjadi simbol harapan universal yang melintasi zaman, budaya, dan batas negara.

Lagu "Imagine" ditulis oleh John Lennon bersama istrinya, Yoko Ono, di tengah situasi dunia yang penuh gejolak. Perang Vietnam, ketegangan Perang Dingin, serta berbagai ketidakadilan sosial dan ekonomi menjadi latar belakang lahirnya lagu ini.

Dengan melodi yang sederhana namun menyentuh, "Imagine" mengajak para pendengarnya untuk membayangkan dunia tanpa batas negara, tanpa sistem kepemilikan yang kerap menimbulkan kesenjangan, bahkan tanpa agama yang kerap diselewengkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk memecah belah perdamaian.

“Imagine there’s no heaven... no countries... no possessions.” Lirik-lirik ini sempat menuai kontroversi karena dianggap terlalu idealis, bahkan utopis (tak ada negara) dan menjurus ke atheisme (tak ada surga). Namun di balik kontroversinya, "Imagine" menyampaikan pesan damai yang kuat—dunia yang bisa hidup dalam harmoni tanpa terikat pada dogma, harta, dan nasionalisme yang sempit.

Musik dalam "Imagine" dibalut dengan aransemen minimalis, didominasi oleh permainan piano Lennon yang lembut dan vokalnya yang jujur. Dalam kesederhanaannya, makna lagu ini justru menjadi semakin kuat, membiarkan liriknya yang menyampaikan pesan damai berbicara lebih lantang.

 

Salah Satu Lagu Terbaik Sepanjang Masa

Lagu ini tak sekadar menjadi tembang khas John Lennon setelah era The Beatles, "Imagine" juga dinobatkan sebagai salah satu lagu terbaik sepanjang masa oleh berbagai lembaga musik dunia, termasuk Rolling Stone yang menempatkannya di posisi tinggi dalam daftar 500 Greatest Songs of All Time.

Lebih dari sekadar lagu, "Imagine" telah menjadi bagian dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah. Lagu ini kerap diputar saat aksi-aksi kemanusiaan, peringatan tragedi, hingga pembukaan acara-acara besar internasional yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Banyak musisi dunia, dari generasi ke generasi turut menyanyikannya ulang sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan pentingnya harapan. Yoko Ono, yang menjadi inspirasi utama John Lennon dalam menciptakan "Imagine", sempat menyatakan bahwa lagu ini adalah “sebuah manifesto damai dalam bentuk lagu.” Ia bahkan menambahkan bahwa liriknya berasal dari puisi-puisi miliknya yang pernah ia tulis. Sampai hari ini, Imagine tetap relevan. Dalam dunia yang masih dihantui konflik, krisis kemanusiaan, dan ketimpangan sosial, pesan dalam lagu ini terus menggema. Lennon seolah mengingatkan kepada kita bahwa imajinasi bukan sekadar angan-angan, tetapi bisa menjadi awal dari perubahan yang nyata.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan