Ungkap Keresahan akan Kerusakan Alam, Band Garage Rock Electric Bird Rilis Single Aurora

Semakin banyak musisi Indonesia yang peduli akan alam dan ekosistemnya. Electric Bird salah satunya.

Diterbitkan 06 Mei 2025, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Semakin banyak musisi Indonesia yang peduli akan alam dan ekosistemnya. Electric Bird salah satunya.

Lewat single terbaru, "Aurora", unit garage rock dari Surabaya ini mengungkapkan keresahan mereka yang mendalam akan kerusakan lingkungan yang semakin masif, akibat keserakahan dan ketidakpedulian manusia. Mereka juga mengkritik para pemimpin yang acuh terhadap dampak kehancuran tersebut.

"Aurora" sendiri rencananya akan juga dimasukkan dalam album kedua mereka, Odyssey, yang akan dirilis kemudian.

Band yang digawangi oleh Vicky dan Dafa (gitar) serta Danu (bass/vokal) ini menggunakan bahasa ironi untuk menceritakan keindahan alam yang terus digerus oleh kepentingan tertentu. Menariknya, ini adalah lagu pertama Electric Bird yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Maka itu, mereka berharap pesan yang diusung dalam lirik dapat tersampaikan lebih dekat ke hati para pendengar.

Lagu "Aurora" yang diproduseri Julio Mulya ini ditulis Vicky dan Danu. Sementara liriknya digarap Danu. Proses mixing dan mastering lagu ini ditangani Prasimansyah.

Kehadiran Julio Mulya sendiri memberikan perspektif baru bagi Electric Bird. Julio membawa nuansa akustik, ambience, hingga tambahan synth dan notasi yang menyempurnakan dinamika lagu. Danu bilang, Julio berhasil memberikan sentuhan yang memperkaya isian gitar dan atmosfer keseluruhan lagu.

Sarat Eksplorasi

Proses penggarapan lagu ini sendiri sarat akan eksplorasi musikalitas baru dari Electric Bird. Vicky dan Dafa yang tengah berada dalam fase eksplorasi ambience gitar, menghadirkan pengaruh besar pada pengisian gitar, sound, dan karakter baru dalam lagu ini.

"Kebiasaan mengeksplorasi sound memberikan identitas segar yang benar-benar terasa di 'Aurora'," ungkap Vicky dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com.

Sementara itu, Danu mengaku menghadapi tantangan baru dalam menulis lirik berbahasa Indonesia. Pasalnya, selama ini Electric Bird selalu menggunakan bahasa Inggris dalam lagu mereka.

"Tapi, tetap memberikan banyak ruang eksplorasi, baik secara lirik maupun musik," tutur Danu.

Siapkan Album Kedua

Electric Bird sendiri dibentuk di Surabaya. Sejak lama mereka sudah dikenal sebagai unit pengusung genre garage rock.

Debut album mereka Stings You Har dirilis pada 2019. Dan, setelah perilisan "Aurora" mereka bersiap ngebut menggarap album kedua, Odyssey.

Dalam perjalanannya,Electric Bird juga mengalami sejumlah pergantian personel. Setelah mengalami beberapa pergantian personel, terutama di posisi drum. Kini mereka mantap dengan formasi: Danu, Vicky, dan Dafa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

5 Seconds of Summer Tambah Konser Encore di Jakarta Setelah Tiket Ludes Dalam 25 Jam

Tim ShowbizTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan