Potret Dapur Rumah Haji Malih, Sederhana tapi Nyaman

Dapur Haji Malih tampak sederhana, tapi bikin betah. Rahasianya ada di suasana dan fungsionalitas.

Diperbarui 28 April 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dapur bukan sekadar tempat memasak—bagi sebagian orang, dapur adalah ruang penuh cerita. Inilah yang terasa ketika melihat langsung dapur Haji Malih dalam video di kanal Taulany TV yang diunggah pada 16 September 2024 lalu. Sederhana, fungsional, namun memberi rasa nyaman yang tak bisa didapat dari desain mahal sekalipun.

Dalam kunjungan Andre Taulany ke rumah Haji Malih, dapur menjadi salah satu titik penting yang disorot. Meski tampil tanpa ornamen mewah, suasana dapurnya menyiratkan nilai kekeluargaan yang kuat. Aroma masakan, peralatan klasik, dan tatanan seadanya justru menciptakan kehangatan.

Tanpa embel-embel gaya modern, dapur di rumah Haji Malih justru menonjol karena kesederhanaan dan fungsinya yang maksimal. Sebuah potret rumah tangga yang jujur dan apa adanya.

Tata Letak yang Fungsional

Dapur rumah Haji Malih bisa dibilang sangat sederhana—tidak ada kitchen set built-in atau peralatan elektronik canggih. Rak piring kayu, kompor gas dua tungku, dan peralatan seadanya menjadi pengisi ruang ini. Tapi justru di situlah letak pesonanya: semua serba ada dan berfungsi.

Andre Taulany terlihat cukup kagum saat menyusuri rumah bagian yang menyatu langsung dengan area dapur. Warna netral mendominasi ruang ini, memberi kesan bersih dan tidak sumpek. 

Meski tak besar, dapur ini terlihat ditata dengan prinsip efisiensi. Bumbu dapur tersusun rapi, alat masak diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, dan tidak ada perabot yang mubazir. Tata letak ini memberi kesan bahwa dapur ini benar-benar digunakan setiap hari, bukan sekadar pajangan.

Warna Netral dan Perabot Seperlunya

Dari segi tampilan visual, dapur didominasi warna-warna netral seperti putih tulang, coklat kayu, dan sedikit sentuhan besi pada rak. Nuansa ini menciptakan kesan bersih dan sederhana. Meski sederhana, tidak ada kesan kumuh—semua terlihat terawat dengan baik.

Perabot yang ada pun tidak banyak, hanya seperlunya. Ada panci, baskom, toples bumbu, dan alat masak lainnya yang sudah menunjukkan tanda-tanda usia. Namun justru itu yang membuat dapur ini terasa "hidup", bukan sekadar ruang fungsional tapi ruang yang menyimpan cerita.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Hal menarik lainnya adalah tidak ada aksesoris atau hiasan dinding yang berlebihan. Ini menandakan bahwa fungsi lebih diutamakan daripada estetika. Tapi dari kesederhanaan itu, terpancar kehangatan rumah dan karakter pemiliknya yang rendah hati.

Halaman
Show All
Rizka Nur Laily Muallifa, Nisa Mutia SariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan