Review Film Norma: Antara Mertua dan Menantu, Drama Perselingkuhan Penguras Emosi Lebaran 2025

Norma: Antara Mertua dan Menantu memenuhi semua kriteria untuk jadi box office dari segi pemain, tema, sumber asli yang viral, hingga kualitas hasil akhir.

Diterbitkan 07 April 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bahkan, editornya pun sama, Wawan I. Wibowo, yang meraih Piala Citra Penyunting Gambar Terbaik FFI 2024 berkat Ipar Adalah Maut. Alurnya terjaga lumayan rapi meski beberapa bagian adegan komedinya terasa komikal.

Misalnya di bagian ponsel kecemplung ember berisi air. Nunung dan Erick Ekstrada mengeksekusinya dengan jenaka, efektif memantik tawa penonton meski formulanya superklasik.

Perselingkuhan Dalam Masyarakat Kita

Kekuatan Norma: Antara Mertua dan Menantu adalah menempatkan isu perselingkuhan sebagai bagian dari society. Ini bisa menimpa siapa saja, terjadi kapan saja, di tempat yang tak terduga termasuk warung dan gudang.

Look para pelakunya pun dibuat begitu dekat dengan awam. Hot Mama Wulan Guritno pun tampak seperti mak-mak pada umumnya dengan warna kulit yang tak merata di wajah. Jadi, terasa believable dengan karakter menutup diri sejak menit awal.

Yusuf Mahardika diplot tidak tampak charming. Benar-benar mas-mas layaknya tetangga sebelah kita. Tidak dipresentasikan sebagai pria dengan level ganteng di awang-awang. Maka, saat perselingkuhan terjadi, ironinya terasa semerbak.

 

Tokoh Dengan Fondasi Kuat

Oka Aurora membangun para tokoh dengan fondasi lumayan kuat. Meminjam jargon acara berita kriminal tempo dulu, kejahatan terjadi bukan hanya karena niat para pelakunya tapi juga karena ada kesempatan.

Kalau boleh menambahkan satu aspek lagi, luka masa lalu yang belum selesai. Pelaku butuh obat. Sialnya, obat itu di tangan yang salah dan situasinya tidak pas. Rina bukan pelakor culas. Ia hanya tak bahagia. Tak punya pilihan. Sekalinya membuat pilihan, fatal.

Hal yang sama terjadi pada Irfan. Keduanya tampil total meski penata kamera berusaha mengakali agar tak terlalu eksplisit, tetap saja gambar-gambar dalam film ini bikin jantung penonton auto dag-dig-dug-der. 

Bikin Pikiran Penonton Ke Mana-mana

Adegan keluar dari kamar mandi misalnya atau celana dalam tertinggal di ranjang jelas bikin pikiran penonton ke mana-mana. Ada banyak klimaks dalam rentetan konflik yang disajikan film ini. Penonton sebenarnya punya kesempatan buat marah-marah di bioskop.

Sayang, tak banyak penonton yang datang. Bisa jadi, karena tema perselingkuhan kurang pas dipasang di libur Lebaran yang identik dengan kumpul keluarga lintas generasi. Nonton film untuk Lebaran cenderung yang seru-seruan saja. Bukan untuk gemas dan ngedumel.

 

 

Ngakak, Kesal, Deg-degan, Mewek

Kisah viral seperti Norma Risma, Ipar Adalah Maut, atau KKN di Desa Penari sejatinya bisa mempromosikan dirinya sendiri. Viralitas adalah publikasi tak ternilai. Namun saat dialihwahanakan, mereka tetap butuh “dar-der-dor” yang bikin calon penonton menoleh lagi. Ingat lagi.

Mengingat, masyarakat kita gampang heboh tapi juga cenderung gampang lupa. Terlepas dari performanya di tangga box office, Norma: Antara Mertua dan Menantu paket lengkap yang menyajikan beragam sensasi: ngakak, gondok, deg-degan, sampai mewek. 

 

 

Pemain: Tissa Biani, Wulan Guritno, Yusuf Mahardika, Nunung, Rukman Rosadi, Erick Estrada, Devi Permatasari

Produser: Dheeraj Kalwani

Suradara: Guntur Soeharjanto

Penulis: Oka Aurora

Produksi: Dee Company

Durasi: 134 menit

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan