Nostalgia Tradisi Lebaran di Era 1990-an yang Penuh Kenangan, Momen Keceriaan Sebelum Maraknya Teknologi Digital

Mari kita telusuri kembali tradisi Lebaran di era 1990-an yang kaya akan keakraban dan keceriaan, jauh dari maraknya pengaruh teknologi digital.

Diterbitkan 11 Maret 2025, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tradisi sungkeman kepada orang tua dan kerabat menjadi momen yang sangat dihargai, bahkan keluarga Soeharto yang saat itu menjabat presiden RI pun sering kali ditayangkan di media massa saat melakukan tradisi ini.

Hiburan Keluarga: Film dan Acara Televisi yang Tak Terlupakan

Selama Lebaran, tayangan televisi menjadi hiburan utama bagi keluarga. Film-film Warkop DKI dan acara lawak seperti Srimulat dan Bagito, kala itu menjadi tayangan favorit yang dinanti-nanti.

Selain itu, lagu-lagu Lebaran klasik karya Ismail Marzuki dan Bimbo sering diputar, menambah suasana meriah. Ini adalah waktu di mana keluarga berkumpul dan menikmati momen kebersamaan di depan layar televisi.

Open House dan Tradisi THR yang Menghangatkan

Open house atau silaturahmi ke rumah sanak saudara dan tetangga masih menjadi tradisi yang umum. Anak-anak mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya) dari orang tua dan kerabat.

Meskipun nominalnya kecil dibandingkan sekarang, tetapi tetap memiliki makna yang dalam bagi anak-anak. Ini adalah saat di mana mereka bisa membandingkan angpao yang diterima, menambah keceriaan di hari Lebaran.

Permainan Tradisional dan Keceriaan Anak-anak

Di era 90-an, anak-anak lebih banyak bermain permainan tradisional seperti bola bekel dan lompat tali. Keterbatasan teknologi membuat mereka lebih kreatif dalam mencari hiburan. Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mempererat hubungan antar teman. Kebersamaan dan keceriaan di saat Lebaran sangat terasa saat anak-anak bermain di halaman rumah.

Secara keseluruhan, Lebaran di era 1990-an lebih sederhana dan menekankan pada keakraban keluarga dan komunitas. Suasana perayaan terasa kental dengan nuansa tradisional dan kebersamaan. Meskipun perkembangan teknologi telah mengubah banyak aspek perayaan Lebaran, kenangan akan tradisi di era 90-an tetap membekas bagi banyak orang.

Dengan adanya teknologi, kini kita memiliki peluang untuk melestarikan tradisi Lebaran dengan cara yang inovatif. Pemanfaatan teknologi digital untuk mempromosikan dan mengedukasi tentang tradisi Lebaran dapat membantu generasi muda untuk mengenal dan menghargai warisan budaya ini. Mari kita jaga dan lestarikan tradisi Lebaran agar tetap hidup dan relevan di masa depan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan