Pengamat Bicara tentang Fenomena Tren Rating R dalam Drama Korea

Namun, tren ini juga memicu perubahan persepsi terhadap industri drama Korea secara global.

Diterbitkan 19 Februari 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meskipun mengandung adegan kekerasan yang intens, drama ini tetap menyelipkan elemen humor dan romansa untuk menjaga keseimbangan alur cerita.

Mencetak Rekor

Popularitas drama berating dewasa tidak terlepas dari besarnya perhatian yang mereka dapatkan di media sosial. The Queen Who Crowns menjadi perbincangan hangat setelah perilisannya dan langsung menduduki peringkat teratas dalam daftar drama Tving dengan jumlah pelanggan berbayar baru terbanyak.

Sementara itu, Friendly Rivalry mencatat rekor sebagai drama orisinal paling banyak ditonton di U+ Mobile TV. Strategi ini menunjukkan bahwa platform OTT semakin mengutamakan konten yang dapat menarik minat penonton dewasa demi meningkatkan jumlah pelanggan.

Perubahan Persepsi

Namun, tren ini juga memicu perubahan persepsi terhadap industri drama Korea secara global. Berdasarkan survei Hallyu (Gelombang Korea) yang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata tahun lalu, tingkat kesukaan terhadap konten Korea mengalami penurunan sebesar 3,7 persen menjadi 68,8%.

Sementara itu, persepsi negatif meningkat 5,5 persen menjadi 32,6%. Alasan utama yang dikemukakan adalah konten yang dinilai terlalu eksplisit dan provokatif (24,9%), tema yang berulang dan mudah ditebak (22,0%), serta unsur komersial yang semakin dominan (21,1%).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Zulfa Ayu Sundari, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan