6 Film Keren Ini Tiba di Indonesia Termasuk The Seed of The Sacred Fig, Peraih Nominasi Piala Oscar 2025

Pada Februari 2025, sejumlah film keren mendarat di Indonesia via platform streaming. Salah satunya nomine Piala Oscar 2025, The Seed of The Sacred Fig.

Diperbarui 18 Februari 2025, 21:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Februari 2025 menjadi saksi lahirnya sejumlah film keren mendarat di Indonesia, tidak lewat bioskop melainkan platform streaming alias OTT. Salah satu yang paling disorot, The Seed of The Sacred Fig.

The Seed of The Sacred Fig dengan judul asli Dane-ye Anjir-e Ma’abed meraih nominasi Piala Oscar 2025 kategori Film Berbahasa Asing Terbaik setelah jadi nomine di BAFTA, Critics Choice dan Golden Globe Awards.

Selain The Seed of The Sacred Fig, ada dua film anyar dari negeri sendiri yakni Berebut Jenazah dan Telepon yang Tak Pernah Berdering. Film-film ini bisa diakses secara legal via KlikFilm mulai Februari 2025.

“Kami terus berkomitmen menghadirkan film-film berkualitas bagi pelanggan. Dengan genre beragam, kami harap dapat memberi pengalaman menonton yang memuaskan bagi penonton,” ujar Direktur KlikFilm, Frederica, di Jakarta, pekan ini.

Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkum 6 film anyar yang mendarat di Indonesia dan bisa diakses secara legal di platform streaming. Buat yang mager keluar rumah tapi ingin nonton film, silakan ya!

 

 

1. The Seed of The Sacred Fig

Disambut hangat saat tayang di Jakarta World Cinema 2024, siapa sangka jalan The Seed of The Sacred Fig karya sineas Mohammad Rasoulof yang bergenre thriller politik dan kriminal ini mulus hingga menembus bursa Academy Awards ke-97.

Di Piala Oscar 2025, The Seed of The Sacred Fig yang dibintangi Soheila Golestani dan Missagh Zareh bersaing dengan empat film lain yakni Emilia Pérez (Prancs), Flow (Latvia), The Girl with the Needle (Denmark) serta I'm Still Here (Brasil).

 

2. Berebut Jenazah

Karya sutradara Danial Rifki ini mempertemukan Adhisty Zara dan Junior Roberts. Berebut Jenazah syuting di Fukushima Jepang, sekitar dua minggu. Syuting di Negeri Sakura dengan suhu 1 hingga 2 derajat Celsius menyisakan kesan mendalam bagi keduanya.

“Kami syuting di Fukushima, jauh. Dari Tokyo itu, sekitar 7 jam naik mobil,” Adhisty Zara berbagi cerita, di Jakarta, baru-baru ini. “Dengan udara yang dingin, itu tantangan tersendiri. Di sana, suhunya 1 atau 2 derajat Celsius. Anginnya sih, terasa banget,” ia menyambung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan