Agnez Mo Tulis Kata-Kata Bijak di Tengah Kisruh Royalti Lagu, Mengutip Kalimat Plato hingga Ayat Alkitab

Kata-kata bijak Plato dan sejumlah filsuf kuno yang dituliskan Agnez Mo ini, diiringi oleh sebuah unggahan video.

Diperbarui 08 Februari 2025, 08:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Agnez Mo buka suara di tengah gugatan atas royalti lagu ciptaan Ari Bias yang melandanya. Namun ia lebih memilih mengungkapkan isi kepalanya melalui medsos. Alih-alih bicara terang-terangan soal konflik tersebut, Agnez Mo menyentil halus kondisi yang menimpanya dengan menulis kata-kata bijak.

Menyimak akun Instagram terverifikasi Agnez Mo pekan ini, sang penyanyi mengunggah kalimat di Instagram Stories yang berbunyi, "The narcissist is the king of 'Entitlement'." Bila diartikan kalimat tersebut bermakna, "Orang narsistik adalah raja yang merasa berhak."

Hingga kabar ini disusun, belum diketahui apa maksud kalimat tersebut dan dari mana Agnez Mo mengutipnya. Pada unggahan di feed Instagram, Agnez Mo mengutip sejumlah kalimat yang berasal dari filsuf Yunani era sebelum masehi, Plato, dan beberapa filsuf lain.

Agnez Mo juga mengutip ayat suci dari Alkitab. Kata-kata bijak yang dituliskan Agnez Mo ini diiringi unggahan videonya sedang membersihkan wajah.

Namun sebelum itu, ia mengucap, "The word of the day is (kata-kata hari ini adalah) 'F**ktose Intolerent'... The condition of being completely unable to tolerate other people's bulls**t (kondisi jadi benar-benar tak bisa menoleransi omong kosong orang lain)," ujar pelantun "Bilang Saja."

Kalimat ini tampaknya pelesetan dari Fructose intolerance atau intoleransi fruktosa, suatu kondisi yang membuat tubuh sulit mencerna fruktosa, gula sederhana yang ditemukan dalam banyak makanan. Secara tersirat, Agnez Mo seolah menggambarkan kondisi yang sedang dialaminya.

 

Kata-Kata Bijak yang Disampaikan

Dalam keterangan unggahan tersebut, barulah Agnez Mo menuliskan kata-kata bijak dari sejumlah tokoh besar, yakni Plato, Montesquieu (filsuf Prancis abad 17-18), dan Plutarch (filsuf Yunani abad 1-2):

The worst form of injustice is PRETENDED justice (Bentuk ketidakadilan terburuk adalah keadilan yang pura-pura).” - Plato.

>“There is no crueler tyranny than that which is perpetuated under the shield of law and in the name of justice (Tidak ada tirani yang lebih kejam daripada tirani yang dilakukan dengan dalih hukum dan atas nama keadilan).” - Montesquieu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“The loudest voices are rarely the wisest (Suara yang paling keras jarang yang paling bijaksana).” - Plutarch.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan