Ibu Chacha Frederica Alami Kecelakaan Motor, Tulang Patah dan Dilakukan Operasi Pemasangan Pen

Ibu Chacha Frederika menjalani operasi akibat patah tulang setelah mengalami kecelakaan.

Diterbitkan 03 Februari 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Hera Sudiyar, yang merupakan ibu dari Chacha Frederica, harus menjalani prosedur operasi akibat kecelakaan sepeda motor yang mengakibatkan patah tulang pada paha kiri. Proses operasi yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut berhasil dilaksanakan dengan baik dan dinyatakan sukses oleh tim medis yang menangani.

"Alhamdulillah sekarang kabarnya udah baik, hasil operasinya bagus, lancar, lama operasi sekitar 1,5 jam. Habis operasi dokternya juga ketemu sama aku, sama suami, mertua juga nemenin operasi kemarin," ungkap Chacha saat dijumpai di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada Minggu (2/2/2025).

Usai menjalani operasi, ibunda Chacha langsung menjalani tahap penjahitan sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk pemulihan lebih lanjut.

Patah tulang paha dan memerlukan operasi.

Proses perawatan kini sedang berlangsung, di mana semua bagian yang diperlukan akan dijahit kembali. Saat itu, aku bertemu dengan Prof Niko, dan ibuku sedang dijahit hingga keluar dari ruang operasi, untuk kemudian dipindahkan ke ruang perawatan intensif. Pemasangan pen yang dilakukan memakan waktu sekitar 1,5 jam," ungkapnya.

Cedera yang dialami oleh ibunya tergolong cukup parah. Tulang paha bagian kiri mengalami patah dengan kondisi yang panjang dan miring, sehingga dokter harus memasang lebih dari satu pen untuk memastikan bahwa tulang tersebut tetap stabil. "Karena tulang paha sebelah kirinya patah, dan patahnya agak panjang. Habis dioperasi, Prof bilang 'kalau patah tulangnya di sebelah kiri, Prof akan pasang pen di sebelah kiri aja'," jelas Chaca.

Pen Paha harus dipasang hingga ke lutut.

Dokter menjelaskan, "Tapi ini patahnya memanjang dan miring, karena begitu nggak bisa di bagian sini (paha) doang tapi dengkulnya juga harus dipasang pen," sambungnya. Ia menerangkan bahwa jika patah tulang hanya terjadi di satu titik, maka pemasangan pen cukup dilakukan pada lokasi tersebut saja. Namun, karena kondisi patah yang memanjang dan miring, pemasangan pen harus dilakukan hingga ke bagian dengkul.

Selama proses operasi, dokter merasakan kekhawatiran yang mendalam. Hal ini disebabkan oleh kondisi tulang ibunda Chacha yang telah mengalami osteoporosis, yang dapat memperumit prosedur bedah tersebut. Kekhawatiran ini wajar mengingat osteoporosis dapat mempengaruhi kekuatan tulang dan memperlambat proses penyembuhan setelah operasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Chacha menjelaskan bahwa saat melakukan prosedur, rasanya seperti membuat ceker ayam, tetapi dengan bentuk yang menyerupai kobra yang dipasang satu per satu. Ia juga mengungkapkan, "Selesai operasi Laporan prof 'saya agak deg-degan juga'," menunjukkan ketegangan yang dirasakannya selama proses tersebut. Ia melanjutkan dengan menjelaskan, "Beliau pas megang tulang mama biasanya ini kegeser tinggal disambungin aja tapi ini tulangnya orangtua, digeser dikit aja bunyinya krek krek krek, takut hancur, karena osteoporosis." Dari penjelasan tersebut, Chacha mulai menyadari betapa pentingnya menjaga pola makan yang sehat demi kesehatan tulang dan berinisiatif untuk bertanya lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang menyebabkan osteoporosis.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan