Kontroversi AI pada Film The Brutalist, Brady Corbet Jelaskan Penggunaannya

Sutradara film The Brutalist, Brady Corbet tetap patut diberikan pujian atas karyanya ini.

Diperbarui 22 Januari 2025, 15:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta The Brutalist menjadi pemenang Best Motion Picture - Drama Picture Golden Globe Awards. Film yang belum lama ini rilis pada 20 Desember 2024, berhasil mengalahkan A Complete Unknown, Conclave Dune: Part Two, Nickel Boys, dan September 5.

Film ini menceritakan kisah seorang arsitek dan istrinya yang melarikan diri dari Eropa pasca perang 1947 untuk membangun kembali warisan mereka dan menyaksikan kelahiran Amerika Serikat modern. Film yang berdurasi 3 jam 35 menit, yang disertai jeda menjadi salah satu film yang menantang dan ambisius tentang sejarah abad ke-20.

Dilansir dari People, The Brutalist telah menerima banyak ulasan yang luar biasa sejak ditayangkan perdana di Festival Film Venesia pada bulan September, karena penampilan Adrien Brody tampil luar biasa sebagai seorang arsitek Hungaria yang brilian dan berjuang untuk memberikan kesan tersendiri pada lanskap Amerika setelah Perang Dunia II.

Film ini juga menyuguhkan komedi persahabatan yang mengungkapkan dirinya (Brody) tentang warisan Holocaust Amerika-Yahudi — tema yang juga merupakan bagian integral dari Brutalist.

Sutradara film The Brutalist, Brady Corbet juga patut diberikan pujian, karena mampu menampilkan kastil yang megah. Menyeberangi parit dan memasuki ruangan-ruangannya yang luas, dibayangi oleh keseriusan tujuan, berarti mengalami semacam kekaguman bagi siapa pun yang membangun dan memiliki benteng ini.

 

 

Sinopsis Film The Brutalist

Film ini mengisahkan László Tóth (Adrien Brody), seorang arsitek Yahudi kelahiran Hungaria yang selamat dari Holocaust dan bermigrasi ke Amerika Serikat, di mana ia berjuang mencapai American Dream hingga seorang klien kaya mengubah hidupnya.

Arsitek Yahudi-Hungaria dan penyintas Holocaust László Tóth, secara paksa dipisahkan dari istrinya, Erzsébet, dan keponakannya, Zsófia, bermigrasi ke Amerika.

Tót

h melakukan perjalanan ke Philadelphia untuk menemui sepupunya, Athila, dan istrinya yang berkebangsaan Amerika, Audrey, yang mengizinkannya untuk tinggal bersama mereka sementara ia mencari pekerjaan.

Athila adalah seorang pembuat furnitur yang mempunyai toko di Philadelphia, László seringkali membantu Athila untuk membuat furnitur. Pada tahun 1947, ia dan Athila ditugaskan untuk merenovasi ruang belajar dan perpustakaan industrialis kaya Harrison Lee Van Buren oleh putranya, Harry, sebagai kejutan bagi ayahnya saat pergi untuk urusan bisnis.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Harrison tiba di rumah dan langsung marah setelah melihat hasil renovasi, dan memerintahkan László dan Attila untuk pergi tanpa membayar upah untuk tenaga kerja dan material. Beberapa saat kemudian, Attila dengan menyesal meminta László untuk meninggalkan rumahnya setelah Audrey menuduhnya mendekatinya. Kisah pun lanjut pada tahun 1950 saat László tinggal di perumahan amal di dalam gereja. Ia berteman dengan Gordon, seorang pria Afrika-Amerika miskin yang berjuang untuk membesarkan putranya yang masih kecil. Gordon menemukan László diam-diam mengonsumsi heroin sebelum melakukan pekerjaan berbahaya bersama di galangan kapal. Suatu hari, Harrison menemukan László, dan mengatakan kepadanya bahwa ruang belajar modernnya telah dipuji komunitas arsitektur. Ia akhirnya membayar László dari renovasi perpustakaan tersebut. Tak hanya itu, László juga diundang ke sebuah pesta oleh Harrison dan diperlakukan sebagai tamu kehormatan. Dengan terungkapnya masa lalu László di Eropa sebagai seorang arsitek ulung, dan keinginan untuk membangun serta meninggalkan warisan yang monumental, Harrison menugaskannya untuk membangun sebuah pusat komunitas untuk menghormati mendiang ibunya, yang dilengkapi dengan perpustakaan, teater, gimnasium, dan kapel. László mulai tinggal dan bekerja di lokasi tersebut serta Gordon sebagai rekan kerjanya. Berkat jasa László, pengacara Harrison dapat mempercepat imigrasi Erzsébet dan Zsófia ke Amerika.

Halaman
Show All
Tim Showbiz, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan