Badai Ungkap Makna Lagu Sakit Dua Kali dan Prosesnya: Sorot Kisah Cinta Gen Z yang Dipaksakan hingga Aransemen Digarap Orang Lain

Memulai produktivitasnya kembali di industri musik Tanah Air, Badai telah menelurkan karya berupa lagu-lagu baru, termasuk single yang sudah rilis berjudul "Sakit Dua Kali".

Diterbitkan 16 Januari 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tak Hanya Perbedaan Keyakinan

Melanjutkan pernyataan sebelumnya, Badai mengaku bahwa lirik di dalam lagu barunya ini tak hanya menyorot perbedaan keyakinan semata. Ia juga melihat adanya faktor lain yang membuat hubungan cinta tak bisa berlanjut namun tetap dipaksakan.

"Gua melihat bukan cuma perbedaan agama saja, tapi juga perbedaan status ekonomi, suku, ras, kultur, dan segala macam, itu juga bisa menyebabkan percintaan itu gagal," ujarnya.

"Nah, gua meng-capture itu. Sudah jelas tak bisa, tapi dilanjutkan, akhirnya sakitnya double, jadinya 'Sakit Dua Kali'," ia menyambung.

Rencana Membuat Album

Setelah "Sakit Dua Kali" dirilis, rupanya Badai memiliki niat untuk memproduksi dan merilis album. Namun begitu, ia tak terlalu memaksakan diri untuk menggarap album penuh (biasanya berisi lebih dari 7 lagu).

Alhasil, Badai pun berpikir bahwa cukuplah jika nantinya ia hanya merilis lagu-lagunya dalam format album mini sambil menunggu keputusan label atas lagu-lagunya ke depan.

"Inginnya jadi album, karena solo gua kan masih di bawah Nagaswara, belum di bawah label gua sendiri. Jadi, tergantung mereka, nih, produksinya bagaimana. Inginnya sih jadi mini album. Jadi di tahun ini inginnya ada tiga single lagi," terang Badai.

 

Rencana Duet dengan Penyanyi Muda yang Berujung Batal

Selain itu, Badai juga mengungkapkan bahwa lagu "Sakit Dua Kali" sebenarnya hendak dinyanyikan secara duet dengan salah seorang penyanyi muda. Namun, sang penyanyi masih belum berminat untuk berduet dengannya.

"Rencananya memang mau duet dengan seorang penyanyi muda yang gua enggak bisa sebut namanya, karena ini etika publik. Tapi, ini penyanyi muda yang masih berkeliaran, yang bersangkutan belum mau menerima, mungkin karena gua terlalu tua," ungkap Badai diselingi canda.

Aransemen Digarap Orang Lain

Menyimak kredit lagu "Sakit Dua Kali" rupanya Badai yang biasanya membuat aransemen musik sendiri untuk lagu-lagunya, kali ini mempercayakan Dennis Nussy untuk mengemban tugas tersebut. Badai pun mengungkapkan alasannya.

"Ingin dapat rasa baru saja dari sound dan pemilihan progresi chord-nya. Jadi gua kebetulan punya teman namanya Dennis Nussy, dia adalah co-producer juga dan songwriter juga, dari beberapa artis Indonesia sekarang, dan juga teman baik," terangnya.

"Gua bilang, 'Tolong aransemen lagu gua.' Gua cuma kasih referensi, 'Gua mau mau musiknya kayak gini.' Ya sudah, dia ambil sari-sarinya terus dibuat. Dan gua mengakui akhirnya sound yang keluar bagus, tak seperti apa yang Badai kerjakan selama ini," ia mengungkapkan.

Tetap Mengawasi Sambil Menurunkan Ego

Menyerahkan proses aransemen lagunya kepada orang lain, bukan berarti Badai lepas tangan begitu saja. Ia tetap mengawasi tahapan pembuatannya. Namun begitu, Badai tetap berusaha menurunkan ego agar hasil yang dicapai bisa sesuai dengan karakter sang penata musik.

"Gua tetap supervisi, jadi apa yang dia kerjakan gua tetap mengawasi. Jadi gua bilang, 'Eh, gua enggak suka chord yang bagian sini, nanti sound-nya jangan pakai yang ini, nanti record-nya yang begini saja. Jadi tetap dia preview, cuma gua ingin dapatin rasa dari orang lain, itu kan perlu juga. Seniman itu perlu rasa orang lain," terangnya.

"Jadi salah satu menurunkan atau mengalahkan ego ya caranya itu, lu harus bisa kerja sama dengan orang lain. Kalau itu sukses, dan bisa membawa warna baru buat gua, gua rasa berarti kita bisa lanjut berkolaborasi lagi," Badai mengungkapkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan