Review Drakor What Comes After Love yang Dibintangi Lee Se Young dan Kentaro Sakaguchi

Simak sinopsis dan resensi drakor What Comes After Love yang dibintangi Lee Se Young dan Kentaro Sakaguchi.

Diterbitkan 03 Oktober 2024, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Perbedaan bahasa juga tak jadi kendala besar bagi mereka untuk membangun chemistry yang alami sebagai pasangan kekasih. Terima kasih pada sutradara yang sudah menyatukan keduanya!

Sinematografi dan Scoring

Lewat tokoh Choi Hong dan Aoki Jungo, penulis juga memasukkan dua unsur budaya berbeda dalam satu karya. Meski drama ini ditulis dan digarap oleh sineas asal Korea Selatan, dalam beberapa adegan, Anda bisa merasakan nuansa budaya Jepang yang kental.

Sinematografi dalam What Comes After Love juga patut diberi skor tinggi. Moon Hyun Sung yang dikenal sebagai sutradara film telah meramu karya ini agar penonton bisa merasakan pengalaman sinematik dalam serial 6 episode. Music scoring juga salah satu elemen penting yang menghidupkan drama ini di setiap adegannya. Akting para aktor tersampaikan dengan baik lewat dukungan scoring yang epic.

Hadirkan 2 Nuansa Berbeda 

Serial ini menggunakan alur maju mundur. Perubahan setting waktu di masa lalu dan masa kini telah menciptakan dua nuansa berbeda di setiap episodenya. Kupu-kupu akan memenuhi perut Anda saat melihat adegan penuh cinta antara Hong dan Jungo yang dikemas dengan tone warna hangat dan cerah.

Tapi, 10 menit setelahnya, bisa saja Anda merasa sedih dan hampa. Tone warna dingin dan redup akan mendominasi setting waktu masa kini. Menggambarkan suasana hati Choi Hong dan Jungo saat berjumpa kembali setelah putus selama 5 tahun. 

Terakhir, untuk Anda yang kurang menyukai serial yang memiliki beberapa subplot, What Comes After Love mungkin akan memuaskan pengalaman menonton Anda karena ceritanya hanya fokus pada plot bintang utama. 

Serial produksi Coupang Play ini sudah tayang di Viu yang dirilis satu episode setiap Jumat malam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Zulfa Ayu Sundari, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan