Relawan BEPRO Nilai Sufmi Dasco Sosok Inspiratif

Relawan BEPRO menganggap Sufmi Dasco layak sandang Guru Besar

Diperbarui 12 Juli 2024, 22:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendedikasikan hidupnya untuk mengabdi untuk pendidikan di Indonesia. Ia tercatat pernah mengajar di Universitas Az-Zahra Jakarta fakultas ilmu hukum dalam kurun waktu 2016 hingga 2018 dan ini dibenarkan oleh forum dosen Universitas Az-Zahra. 

“Saya menyatakan bahwa Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad adalah benar telah mengajar di Kampus Universitas Az-Zahra,” ujar Ketua Umum Forum Dosen Az-Zahra Hamdan Nugroho dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Senin (8/7/2024).

Hamdan menuturkan dukungan dari Forum Dosen Az-Zahra ini untuk menegaskan kepada publik bahwa Dasco telah mendedikasikan pengabdiannya di lingkungan kampus Az-Zahra.

“Kami Forum Dosen Universitas Az-Zahra memastikan status tersebut sebagai wujud kepedulian kepada Bapak Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H yang merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari keluarga kami. Sebagai insan yang pernah mengabdi di Civitas Akademika Universitas Az-Zahra,” ujarnya.

 

Meragukan

Sementara itu pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi menyayangkan podcast media nasional yang meragukan keabsahan profesor atau guru besar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Haidar menjelaskan, podcast terkait menyebut ada kejanggalan dalam salah satu jurnal internasional Sufmi Dasco Ahmad sebagai syarat menjadi guru besar.

Jurnal Dasco itu dipublikasikan oleh Ayer Journal asal Spanyol Tahun 2020 Volume 27 Nomor 4. Sedangkan dalam website resmi Ayer Journal, tahun 2020 hanya ada Volume 117, 118, 119 dan 120. Tidak ada Volume 27.

“Seharusnya dilakukan uji informasi, konfirmasi dan verifikasi terkait perbedaan yang ditemukan. Seperti uji informasi terhadap jurnal Reda Manthovani dan Siti Nur Azizah, medianya bisa menghubungi pihak jurnal di India dan Malaysia bahkan sampai datang langsung ke Inggris. Kenapa informasi jurnal Dasco tidak diuji juga? Padahal bisa berkirim e-mail ke Ayer Journal atau datang langsung ke Spanyol,” jelas R Haidar Alwi, Senin (8/7/2024).

>Ia yakin, Ayer Journal Tahun 2020 Volume 27 bukanlah imajinasi Dasco semata yang sengaja dikarang-karang untuk menjadi profesor atau guru besar. Sebab, R Haidar Alwi menemukan setidaknya ada tujuh jurnal lainnya dari Indonesia yang juga diklaim sejumlah peneliti dimuat dalam Ayer Journal Tahun 2020 Volume 27.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Haidar mengingatkan terkait Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik yang terkait pengujian informasi dan pemberitaan yang berimbang. “Di sini pentingnya uji informasi, konfirmasi dan verifikasi supaya tidak terburu-buru menilai apalagi menghakimi yang dapat merugikan pihak lain. Mana tahu ada suatu kondisi disclaimer kebijakan internal Ayer Journal yang tidak diketahui karena keterbatasan bahasa (Spanyol) maupun informasi yang dapat diperoleh,” pungkasnya.

Halaman
Show All
Tim Showbiz, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan