Jadi Perdebatan, Atta Halilintar Tegaskan Tak Mau Dipanggil Pak Haji

Secara pribadi Atta Halilintar rupanya kurang nyaman dipanggil dengan sebutan Pak Haji.

Diterbitkan 26 Juni 2024, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam acara lamaran Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, pembawa acara meminta Atta Halilintar mewakili keluarga besarnya untuk menyampaikan maksud kedatangan mereka. Sang MC hanya menyebut nama tanpa menggunakan gelar haji.

Hal ini langsung diprotes oleh ayah Atta, Halilintar Anofial Asmid. Seperti diketahui, Atta memang baru menyelesaikan ibadah haji bersama istrinya, Aurel Hermansyah.

“Kita akan mendengarkan bersama maksud dan tujuan hadirnya keluarga besar Bapak Halilintar. Untuk itu kami hormati Bapak Atta Halilintar untuk menyampaikan maksud dan tujuannya,” kata MC dalam potongan video di medsos.  

Pak Haji,” kata ayah Atta mengoreksi.

“Oh iya, Pak Haji Atta Halilintar, semoga hari ini bawa air zam zam juga ya, Mas,” ujar sang MC lagi.

Potongan video itu pun viral dari TikTok hingga X. Warganet berdebat apakah seseorang yang telah menunaikan rukun Islam kelima harus dipanggil haji? Terkait hal ini, ayah dua anak itu pun memberi opininya.

Atta Juga Tak Mau Dipanggil Pak Haji

Secara pribadi Atta Halilintar rupanya kurang nyaman dipanggil dengan sebutan Pak Haji. Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan awak media, dia minta masyarakat tak usah memanggilnya dengan gelar haji.

“Jangan dipanggil Pak Haji mulu saya, dipanggil Pak Haji, Pak Haji, disangkanya saya yang mau dipanggil Pak Haji. Padahal mah, jangan dah, jangan dipanggil Pak Haji dah, tapi orang suka panggil Pak Haji. Ya sudah semoga jadi doa ya,” ucapnya.

Gelar haji untuk Thariq

Dalam kesempatan yang sama dia juga menjelaskan soal pernyataan sang ibunda mengenai gelar haji Thariq Halilintar. Dalam acara lamaran tersebut, Lenggogeni Faruk mengatakan bahwa Thariq juga sudah bergelar haji lantaran saat usianya 2 bulan, Thariq sudah diajak naik haji oleh orangtuanya. Hal ini kembali jadi perdebatan warganet.

“Mungkin bercanda mama saya, enggak apa-apa namanya ibu-ibu mungkin mau jelasin ceritanya, mungkin senang. Karena dulu kan mama saya belum kayak sekarang haji ada paket bagus. Kalau dulu kan perjuangannya… Dulu kalau nggak salah ada saudara yang kuliah di Arab atau di mana, bantuin urus visa. Terus jalurnya dari negara lain,” jelas Atta Halilintar.

Perasaan Bangga Seorang Ibu

Perjuangan tak mudah itulah yang membuat Lenggogeni Faruk merasa bangga hingga dia antusias menceritakan pengalaman ibadah tersebut di momen lamaran anaknya.

“Jadi aku melihat perjuangannya dan senang bawa bayi kan dulu Thariq di tahu 90-an. Haji itu kan perjuangannya bukan hanya dari segi materi, tapi juga tenaga, zaman dulu kan haji enggak kayak sekarang. Jadi mama bangga bisa bawa salah satu anaknya,” tutup anak tertua gen Halilintar tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Fariz RM Merasa Dikhianati Orang yang Pernah Dibantu, Soroti Etika dalam Kasus Hak Cipta

Zulfa Ayu Sundari, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan