Profil Dorman Borisman, Mengenang Karier Aktor Kawakan yang Meninggal Dunia Setelah Sempat Menjalani Amputasi

Semasa hidupnya, mendiang aktor Dorman Borisman memiliki karier yang cukup panjang di industri film Tanah Air.

Diterbitkan 08 Mei 2024, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain itu, pada era 1990-an, Dorman juga sempat tampil di beberapa film seperti Makelar Kodok Untung Besar hingga Taksi. Film Taksi menjadi reuninya dengan Rano Karno setelah pada pertengahan hingga akhir 1980-an ia hampir selalu tampil di film-film horor Suzanna.

Pada tahun 2000-an, Dorman muncul dalam film Ketika dan 9 Naga. Barulah pada era 2010-an, Dorman tampil di banyak film. Mulai dari Serdadu Kumbang, Garuda di Dadaku 2, Para Pemburu Gajah, Surat Kecil untuk Tuhan, hingga pada 2019 ia terakhir kali terlihat berakting dalam film Orang Kaya Baru.

Tampil sebagai Orang Batak Meskipun Kental Keturunan Jawa

Selama berakting di hampir semua film yang jumlahnya lebih dari 60 judul serta ratusan sinetron, Dorman Borisman kerap tampil sebagai karakter orang Batak. Logatnya sewaktu berdialog, memiliki ciri khas yang tak mudah dilupakan publik selama lima dekade.

Melansir berbagai sumber, meskipun Dorman Borisman piawai dalam berdialog dengan logat Batak, rupanya sang aktor sangat kental dengan keturunan Jawa. Setelah mencuatnya hal tersebut ke muka publik, nama Dorman Borisman sempat menjadi perbincangan publik Tanah Air.

 

Kondisi Kesehatan Dorman Borisman

Sebelum meninggal dunia, Dorman Borisman sempat dirawat di rumah sakit beberapa kali karena diabetes yang diidapnya. Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk menerima saran dokter agar mengamputasi kaki almarhum.

Eddie Karsito, kerabat sekaligus murid Dorman Borisman dalam berkesenian, mengungkap riwayat penyakit yang diderita mendiang sebelum meninggal dunia.

"Abang ini sudah 5 tahun terakhir keluar masuk rumah sakit, jadi sudah beberapa rumah sakitlah. Abang ini kan pertama stroke. Stroke pertama aman, nah stroke kedua bikin kondisinya kurang membaiklah dan rawat berjalan," ungkap Eddie Karsito melalui sambungan telepon, Selasa (7/5/2024).

"Abang kan penyakitnya enggak cuma satu. Ada gula dan terindikasi ada anemia. Kemudian sejak September 2023, abang sulit komunikasi secara verbal. Jadi cuma duduk, tidur, bangun, tapi masih bisa interaksi dengan gesture-lah," sambung Eddie.

 

Sempat Menjalani Amputasi Sebelum Meninggal Dunia

Eddie melanjutkan, sejak Bulan Ramadan kemarin, kondisi kesehatan Dorman Borisman makin menurun. Bahkan, jempol kaki Boris mengalami pembengkakan yang terindisikasi karena penyakit diabetes yang diidapnya.

Menurutnya lagi, keluarga sempat ragu dengan saran dokter agar dilakukan operasi amputasi pada kaki mendiang. Hingga akhirnya tindakan itu dilakukan sekitar 3 hari yang lalu.

"Sejak puasa kemarin abang kondisinya semakin menurun. Kemudian jempol kakinya mulai bengkak dan membiru akibat gula," ujarnya.

"Sekitar 3 hari yang lalu dioperasi, kaki yang kanan diamputasi. Dari amputasi sampai tadi meninggal di ICU. Sampai tadi abang dinyatakan meninggal," kata Eddie.

Selamat jalan, Dorman Borisman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan