Rocketindo Mendampingi Brand Asing ke Pasar Indonesia Sebagai Pendukung Kepatuhan Regulasi

Rocketindo telah bekerja sama dengan berbagai brand asal Taiwan, Jepang, Tiongkok, India, dan Amerika Serikat selama hampir satu dekade.

Diperbarui 24 April 2024, 01:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ketika sebuah perusahaan hendak melakukan ekspansi ke pasar yang baru, perusahaan tersebut harus mencari mitra lokal untuk membantu mempermudah izin masuknya ke suatu negara. Hal itulah yang dilakukan oleh Rocketindo di Indonesia selama kurang lebih delapan tahun.

Rocketindo berperan sebagai penggerak e-commerce bagi brand atau merek-merek asing untuk mencapai konsumen Indonesia, dengan menyediakan solusi end-to-end seperti manajemen media sosial, optimasi pemasaran digital, manajemen e-commerce, kolaborasi dan siaran langsung bersama key opinion leader (KOL), saluran perdagangan fisik dan representatif penjualan, serta logistik dan kepatuhan regulasi.

Penawaran kepatuhan regulasi oleh Rocketindo mempermudah merek-merek internasional mengantongi izin impor, deklarasi bea cukai, serta dokumen-dokumen resmi lainnya. Rocketindo telah bekerja sama dengan berbagai merek asal Taiwan, Jepang, Tiongkok, India, dan Amerika Serikat dalam bidang tersebut selama hampir satu dekade.

Hasilnya, Eileen Grace (merek perawatan kulit ternama dari Taiwan) menduduki posisi teratas dalam kategori Masker Jelly di Shopee pada bulan April 2024. Pada bulan yang sama, Miss Daisy (merek perawatan rambut asal Taiwan) dan SH-RD (merek perawatan rambut asal Taiwan) menduduki peringkat pertama dalam kategori Perawatan Rambut Antiketombe dan Perawatan Intensif di Shopee.

Sudah terbukti

“Rekam jejak Rocketindo sudah terbukti dalam menyediakan layanan end-to-end yang efisien, akurat, dan komprehensif bagi merek-merek asing. Dengan tim pengatur internal termasuk apoteker, petugas regulasi, dan pengacara korporasi, Rocketindo menawarkan layanan konsultasi terkini,” ungkap Daniel Liu, pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Rocketindo.

“Keahlian kami dalam menerjemahkan regulasi-regulasi lokal di Indonesia menjadi solusi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh merek-merek asing, serta pengalaman luas bekerja dengan perusahaan ekspedisi lokal dan petugas bea cukai untuk menyederhanakan proses impor telah berhasil mendampingi sejumlah merek memasuki pasar Indonesia,” tambahnya.

 

 

Kemudahan berusaha

Di saat yang bersamaan, Indonesia menduduki peringkat 73 dalam hal kemudahan berusaha, berdasarkan Doing Business 2020, indeks terbaru Bank Dunia. Indonesia menduduki peringkat 120 pada tahun 2013. Selain itu, menurut ASEAN Briefing, Indonesia telah mengalami kemajuan perihal prosedur impor dan ekspor, mengingat Indonesia mengejar posisi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2045. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Selain perkembangan positif yang telah disebutkan di atas, pasar e-commerce Indonesia telah menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Berdasarkan Administrasi Perdagangan Internasional di bawah pemerintah Amerika Serikat, pasar e-commerce Indonesia diperkirakan akan mencapai US$86,81 miliar pada tahun 2028. Pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 10.4%, perkiraan angkanya mencapai US$52,93 miliar pada tahun 2023. Perkembangan tersebut berhasil merefleksikan perubahan positif pemerintah Indonesia perihal regulasi setempat yang menyesuaikan lingkungan bisnis. Namun, meski terdengar menarik, proses ini memiliki sejumlah tantangan: pemahaman budaya, aturan yang berlaku, kompleksitas logistik, serta preferensi konsumen lokal.    

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan