6 Lagu Tema Teman Makan Teman, Nomor 5 Amit-amit Ngaku Sahabat tapi di Belakang Jelek-jelekin dan Rebut Pacar

Sejumlah lagu Indonesia sukses jadi hit karena lirik nyetrik, salah satunya bertema teman makan teman alias ditikung teman sendiri. Berikut 6 di antaranya.

Diterbitkan 07 Mei 2023, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada 2009, Mulan Jameela melepas “Cinta Mati 2,” tentang ogah disalahkan karena pasangan sahabat berpaling kepadanya. Liriknya: Hai sahabatku, jangan pernah melimpahkan kesalahanmu pada semua yang kau anggap merebut kekasih hatimu, mencuri pasangan jiwamu.

4. Bekas Pacar (Mikha Tambayong)

Orang baik ketemunya sama orang baik. Orang jahat bersatu dengan orang jahat. Mengimani ini, Mikha Tambayong dalam lagu “Bekas Pacar” tak kaget kala tahu sang pacar main gila dengan sahabatnya sendiri. Bau busuk perselingkuhan sebenarnya telah ia cium sejak lama.

Namun, ia pura-pura tak tahu untuk melihat seberapa bangs*** perilaku keduanya. Setelah kepergok, Mikha Tambayong malah menyelamati sambil bersabda: Ambillah saja bekas pacarku!

 

5. Aku, Pacarku dan Kamu (AB Three)

Ini tipe sahabat yang wajib Anda depak dari lingkar pertemanan. Di depan bersikap manis bak ibu peri yang siap mendengar curhatan Anda kapan saja. Di belakang, ia mengumbar curhatan tersebut ke pacar Anda. Motifnya, supaya pacar ilfil lalu berpaling kepadanya.

Amit-amit jabang bayi semoga kita dijauhkan dari teman laknat kayak gini. “Kupercaya kamu sepenuhnya rahasiaku, tapi kutertipu di balik itu kau katakana buruknya aku. Kuterpana saat melihat dirimu berdua dengan kekasihku,” keluh Nola, Widi, dan Cynthia Lamusu pada 2006.

 

6. Sobat (Padi)

Sobat maafkan aku mencintainya, aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti. Pengakuan ini ditutur dengan vokal karismatik Fadly, menandai lahirnya Padi, persis ketika industri musik Indonesia dipukul krisis ekonomi 1998. Padi lalu menjadi band jutaan kopi.

Menahun kemudian, “Sobat” ditahbiskan sebagai salah satu dari 150 lagu Indonesia terbaik sepanjang masa. Seperempat abad berlalu, “Sobat” tak terdengar jadul. Ia seperti rekaman percakapan dari hati ke hati dua lelaki. Gelap, tanpa basa-basi, dalam citra maskulin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan