Resensi Film The Pope's Exorcist: Tragedi Bocah Kerasukan Setan, Nekat Cekik Ibunya dan Menantang Pastor

Film The Pope’s Exorcist yangdiadaptasi dari buku An Exorcist Tells His Story dan An Exorcist: More Stories. Russell Crowe memerankan Pastor Gabriele Amorth.

Diterbitkan 07 April 2023, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tema pengusiran setan kembali diproduksi kali ini The Pope’s Exorcist yang diadaptasi dari buku An Exorcist Tells His Story dan An Exorcist: More Stories, kisah nyata Pastor Gabriele Amorth.

Hak atas kisah nyata ini didapat Screen Gems, Oktober 2022. Tahap praproduksi film dimulai dengan menempatkan Julius Avery di kursi sutradara. Russell Crowe lalu didapuk sebagai pemeran utama.

Syuting film The Pope’s Exorcist dimulai dari Agustus hingga Oktober 2022. Lokasinya, di Dublin dan Limerick, Irlandia. Jumat (7/4/2023), The Pope’s Exorcist mulai meneror bioskop Tanah Air.

Mendapat respons beragam, film ini jadi ajang kangen-kangen para pencinta sinema dengan Russell Crowe yang meraih Piala Oscar lewat Gladiator. Berikut resensi film The Pope’s Exorcist.

 

Anak Kerasukan Setan

Setelah suami tewas dalam kecelakaan mobil, Julia (Alex Essoe) membawa kedua anaknya yakni Amy (Laurel Marsden) dan Henry (Peter DeSouza-Feighoney) pindah ke Spanyol.

Mereka tinggal di biara kuno San Sebastian peninggalan keluarga sang suami. Biara ini dibersihkan dan direnovasi untuk dijual. Baru beberapa hari menginap di San Sebastian sejumlah kejadian janggal terjadi.

Henry kerasukan. Matanya memerah hingga mencakar wajah sendiri. Gabriele Amorth (Russell Crowe) dan Esquibel (Daniel Zovatto) yang diutus untuk menyembuhkan Henry kewalahan. Pasalnya, iblis yang merasuk sangat cerdas.

Ia tahu masa lalu Gabriele yang membiarkan Rosaria (Bianca Bardoe) bunuh diri. Bahkan, iblis ini tahu Esquibel berzina dengan Adella (Carrie Munro). Malu campur emosi, Esquibel nekat mencekik Henry.

Situasi makin kacau saat Amy juga dirasuk setan hingga mencekik ibunya sendiri. Gabriele curiga ada banyak rahasia di San Sebastian. Sejumlah ruang tak terjamah lalu terungkap.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Yang Berharap...

Yang berharap The Pope’s Exorcist semenyeramkan The Exorcist versi 1973 bersiaplah kecewa. Pasalnya, Julius Avery mengarahkannya ke genre horor dengan semburat komedi, adventure, dan nuansa fantasi di babak akhir.

Horor sebagai akar jelas berbasis dari perjalanan pastor mengusir setan. Basic agama pun kentara sejak menit awal kala Gabriele berhadap dengan iblis, yang memperkenalkan diri sebagai Legion. Merujuk pada Markus 5, Legion artinya banyak.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Legion bersaksi bahwa Yesus sebagai Anak Allah Yang Mahatinggi dan memohon agar Kristus tak menyiksanya. Saat diusir, Legion minta “izin” untuk pindah dari tubuh manusia yang dirasuk kepada kawanan babi di tebing.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan