Aura Kasih, Gus Miftah, Pdt Gilbert Lumoindong Buka Puasa Bersama Erick Thohir, Serukan Toleransi 

Aura Kasih mengaku suka membaca Alkitab meski seorang muslimah.

Diperbarui 01 April 2023, 22:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Aura Kasih membuat bahwa dirinya suka membaca kitab suci agama Kristen, Alkitab. Janda satu anak ini bahkan mengatakan punya ayat favorit yakni di kitab Amsal. Pengakuan tersebut dilontarkan Aura Kasih saat hadir dalam acara Buka Puasa Bersama Tokoh Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Gus Miftah dan Pendeta Gilbert Lumoindong di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2023). 

Dalam acara ini, Aura Kasih menyampaikan pandangannya terhadap perbedaan di tengah masyarakat Indonesia. "Saya peduli banget sama perbedaan, saya muslim tapi saya sering baca juga Alkitab. Saya juga belajar agama Hindu, Budha dan yang lainnya," kata Aura Kasih. 

Aura Kasih rupanya memiliki alasan lain mengapa suka membaca Alkitab. Dia menilai bahwa tak ada salahnya mempelajari agama lain, di luar Islam yang dipeluknya sejak lahir. Aura Kasih bahkan mengatakan semua agama mengajarkan kebaikan yang murni dari Tuhan. 

"Nggak ada yang salah. Aku senang baca apapun yang mengajarkan kebaikan aku akan baca, meski itu kitab suci agama lain," ujarnya.

 

Toleransi Ke Siapapun

Toleransi memang harus ditunjukkan kepada setiap pemeluk agama yang berbeda keyakinan. Seperti yang dilakukan Pendeta kondang tanah air Gilbert Lumoindong. Dirinya hadir dalam acara yang bertajuk “Buka Puasa Bersama Tokoh Lintas Agama” dibalut dengan dialog kebangsaan. 

Tak sendiri, pendeta kondang kelahiran 26 desember ini ditemani oleh Gus Miftah, yang turut dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir. 

Dalam acara buka puasa tersebut, Gilbert berpesan bahwa sesama umat beragama di Indonesia harus saling menghargai perbedaan. Menjadikan perbedaan sebagai simbol persatuan umat, walau berbeda keyakinan, etnis, pendapat dan lainnya namun harus tetap menjaga keharmonisan sebagai sebuah bangsa yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebhinekaan.

 

Saling Membantu

Dia juga menghimbau kepada masyarakat bisa saling membantu sesama dalam kesusahan, bersikap gotong-royong yang telah menjadi budaya leluhur bangsa. Menjadikan kebahagiaan orang lain sebagai kebahagiaan kita bersama.

"Jadi acara ini diinisiasi oleh Gus Miftah, dia yang menghubungi untuk gelar buka puasa bersama. Di bulan Ramadhan ini spesial bagi saudara muslim, spesial juga bagi umat kristiani karena akan menyambut paskah. Maka disini menjadi ajang silaturahmi kita bersama. Mari kita berdoa kepada Tuhan semoga semua diberkati, Indonesia dan semua yang hadir dilindungi Tuhan," ujar Pdt Gilbert saat membuka acara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Sikap toleransi ini senada dengan apa yang disampaikan Gus Miftah yang sering memberikan kajian di tempat prostitusi maupun dunia malam. Ia berharap dengan adanya buka puasa bersama yang diiringi dengan kegiatan berbagi, yaitu santunan kepada anak yatim ini bisa meningkatkan kekokohan dan mempererat tali silaturahmi sesama anak bangsa. Serta, semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Saya meyakini, jika kita masuk ke kamar masing-masing, tidak akan menciptakan masalah. Karena tidak mengganggu keyakinan orang lain. Kita dipersatukan dengan perbedaan yang ada, berdiri di negara yang sama, yaitu Indonesia. Jangan mau diadu domba, saya menyerukan untuk membantu pemerintah menciptakan suasana yang akur dan kondusif," ujar Gus Miftah.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan