LMK Pelari Nusantara Kembali Bagikan Royalti Digital, Tito Soemarsono Terbesar, Haji Ukat Nomer Dua

LMK Pelari Nusantara terus memperjuangkan royalti para pencipta lagu.

Diperbarui 27 Maret 2023, 23:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ini yang penting. Saya minta anggota Pelari ini terus berkarya agar bisa punya royalti digital yang lebih banyak lagi, saya fasilitasi di tiga tempat ya, nanti bisa koordinasi dengan Timur Priyono, bisa datang kesana untuk bikin rekaman dan syuting untuk konten Youtube. Nggak usah bayar, nanti Pelari yang tanggung. Tetapi kalau mereka lagi sibuk ya harus sabar dan antri,” sambung Rudy.

Sharing

Selain dua agenda diatas yaitu buka puasa bersama dan distribusi royalty digital, dalam acara malam itu juga diminta sharing pendapat tentang LMK Pelari dari para anggota. Di antaranya yang dimintai pendapat ada Tito Soemarsono, Ryan Kyoto, Imaniar, dan lain-lain.

Dalam penyampaian pendapatnya Imaniar yang juga merupakan salah satu pengurus LMK Pelari Nusantara mengatakan mencari sosok pemimpin seperti Sandec Sahetapy sangat sulit.

"Nyaris susah mencari pemimpin seperti bung Sandec Sahetapy. Meski kita lebih senior, tapi dalam menjalankan kapal LMK Pelari percayakan kepada nahkodanya. Saya ingin bersama pencipta lainnya, bersama-sama mencari keadilan dan transparansi. Dan keadilan dan transparansi itu, sejauh ini hanya ada di LMK Pelari Nusantara, ” kata Imaniar.

 

 

Pindah LMK

Pencipta lagu senior Ryan Kyoto yang sempat 2 kali pindah keanggotaan LMK yaitu di KCI dan WAMI mengaku sudah pasrah dengan yang namanya LMK. Menurutnya tidak ada kejelasan dalam pembagian royaltinya.

Di tengah rasa frustasinya itu, sungguh di luar perhitungan, ternyata ada LMK yang benar benar berjuang untuk anggotanya, yaitu Pelari Nusantara.

"LMK Pelari ini dilahirkan dari langit yang mana, ada orang seperti ini. Hati bung Sandec dan bang Rudy Loho lebih dalam dari hatinya Rinto (Harahap). Karena itu saya sangat berterima kasih atas keberadaan LMK Pelari Nusantara. Luar biasa Pelari Nusantara,” kata Ryan Kyoto.

Sementara H Ukat S yang oleh Sandec Sahetapy sering disebut Panglima Dangdut juga mengutarakan hal yang sama. Sebelum bergabung dengan LMK Pelari Nusantara, dirinya pernah mempercayakan semua lagu ciptaannya kepada LMK yang diketuai Haji Rhoma Irama.

"Saya merasa tidak maksimal di sana, sehingga saya pindah ke LMK Pelari Nusantara, dan alhamdulilah apresiasinya luar biasa sekali. Meski Haji Rhoma minta saya kembali ke sana, tapi saya terlanjur bahagia di sini,” katanya.

Tito Sumarsono yang dipercayakan oleh LMK Pelari untuk duduk sebagai Anggota komisioner LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional) dari LMK Pelari Nusantara mengatakan tak jauh berbeda.

"Terima kasih kepada Pelari, saya duduk di LMKN mewakili komposer, jadi saya akan bicara dan bersuara kalau menyangkut urusan memperjuangkan komposer. Sedang untuk teman teman anggota Pelari, saya mengingatkan agar jangan terlena dengan lagu lama, atau paling tidak, lagu lama dibuat ulang atau recycle. Dan sebisa mungkin terus membuat lagu baru,” pungkas Tito.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan