Liputan6.com, Jakarta Tak hanya terpisah dengan buah hatinya. Nikita Mirzani juga kehilangan proyek pekerjaan bernilai miliaran rupiah selama mendekam sebagai tahanan di penjara.
Nikita Mirzani mengaku sempat menangis lantaran dirinya harus mengembalikan dana kepada beberapa pihak yang sudah mengontraknya untuk acara off air.
"Gue kerugian dua bulan dua minggu, gede lo! Bukan cuma satu-dua miliar," ujar Nikita Mirzani, di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2022).
"Kemarin kan sempat terisak-isak nangis karena harus pengembalian dana dari beberapa vendor, dari beberapa orang yang memakai jasa off air," sambungnya.
Uang di Rekening Ludes
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4276876/original/040522300_1672364225-Nikita_Mirzani_0.jpg)
Diakui Nikita, seluruh uang di rekeningnya ludes guna mengembalikan dana tersebut. Sebab, Nikita mengklaim telah mematok honor tinggi bagi yang ingin menggunakan jasanya.
"Niki ini di rekening uang keluar semua. Gue kan artis lumayan mahal ya harganya, jadi dipikir-pikir dulu kerugiannya," imbuh ibu tiga anak tersebut.
Â
Banyak Kontrak Kerja yang Batal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277300/original/022822600_1672386944-22.jpg)
Nikita mengungkapkan, sebelum menjadi tahanan lantaran kasus pencemaran nama baik, dirinya sudah memiliki beberapa kontrak kerja hingga awal tahun nanti. Tapi, semua batal lantaran dirinya masuk bui.
"Tanggal 5 Januari, 12 Januari itu off air untuk ke luar kota. Sudah ada juga sampai Februari tanggal 19. Tapi karena waktu itu kita enggak tahu kapan mau dikeluarin jadi semuanya di-cancel," ungkapnya.
Â
Tetap Berterima Kasih
Meski begitu, Nikita Mirzani mengucapkan terimakasih kepada pihak yang mengontraknya tidak menuntut ganti rugi. Nikita hanya diminta untuk mengembalikan uang muka yang sudah diberikan kepadanya.
"Karena flyer sudah naik kan, sudah dibikin semua. Jadi katanya, 'Ya sudah balikin saja DP kita. Nanti kalau ada waktu, kita kerja sama bareng lagi,'" pungkas Nikita Mirzani. (Liputan6.com/M. Altaf Jauhar)
Kronologi
Dikutip dari Regional Liputan6.com, sebelum Dito Mahendra melaporkan Nikita Mirzani atas kasus pencemaran nama baik dan Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), kekasih Nindy Ayunda itu terlebih dahulu mendapat laporan dari seseorang bernama Hairul Yusi yang berteman dengan Nikita di Instagram.
Dalam surat dakwaan dengan nomor perkara 853/Pid.Sus/2022/PN Srg, tertulis nama saksi Hairul Yusi, M.A Hadi Yusuf, Mulyanidan dan Rafiudin, sedang berada di kantor PT Bumi Banten Indah, Banten, pada 15 Mei 2022.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277539/original/087745700_1672396570-WhatsApp_Image_2022-12-30_at_17.30.36.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458975/original/034009900_1782358096-Antoine_Semenyo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291495/original/010123400_1783565898-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4940245/original/033471000_1725873445-flag-3158666_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9138932/original/074035800_1783076184-Tugas__42_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7762684/original/039165800_1780572551-IMG_7872.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3916658/original/071126000_1643276795-pexels-photo-3943748.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7434590/original/024560100_1780211051-Penipuan_WO.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6497047/original/076308500_1779353887-ini-besaran-umk-2016-se-jabar-karawang-tertinggi.jpg)