Yayasan Anne Avantie Ikut Meriahkan Rangkaian Ultah 50 Tahun Antimo, Mulai Penetrasi ke Pasar Millenial

Antimo memberikan bantuan biaya perawatan bagi pasien hidrosefalus bekerjasama dengan Yayasan Anne Avantie.

Diperbarui 23 Oktober 2022, 11:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Phapros Tbk yang juga salah satu anggota Holding BUMN Farmasi melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan para stakeholders seperti PT KAI (Persero), PT PELNI (Persero), Perum DAMRI, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rabu (19/9/2020)

Penandatanganan nota kesepahaman ini dalam rangka memperingati 50 tahun Antimo yang menjadi salah satu living legend brand Indonesia serta menjadi bentuk sinergi dan penguatan aspek core business dari masing-masing BUMN, khususnya terkait engagement dan positioning bagi traveller lintas generasi yang menjadi pelanggan utama, baik melalui branding ataupun aktivitas lain ke depannya. 

Acara ini juga merupakan puncak dari serangkaian kegiatan sosial yang telah berlangsung sebelumnya, seperti pemberian bantuan biaya perawatan bagi pasien hidrosefalus bekerjasama dengan Yayasan Anne Avantie serta pemberian bantuan pendidikan kepada siswa-siswi SD di beberapa pulau terluar di Indonesia.

Menurut Direktur Pemasaran Phapros Imelda Alini Pohan, salah satu faktor keberhasilan mempertahankan Antimo selama setengah abad ini karena perusahaan tetap fokus menyasar segmen travel convenience, yaitu masyarakat Indonesia yang sering mengalami motion sickness (mabuk perjalanan). Dengan konsistensi tersebut, produk ini pun menjadi salah satu tulang punggung perusahaan dan memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap kinerja penjualan Phapros. 

"Kami sangat bersyukur atas apa yang telah dicapai oleh salah satu produk andalan kami Antimo saat ini. Sebagai merek yang menyasar segmen yang cukup tajam, kami berhasil membukukan pertumbuhan penjualan hingga lebih dari 100 persen pada semester I tahun ini, apalagi sejak dibukanya kembali pariwisata dan mudik lebaran. Ke depannya, Phapros akan terus melakukan ekspansi pasar,” ungkapnya di Jakarta (19/10).

 

Obat

Sebagai produk yang menguasai lebih dari 90 persen pasar obat anti mabuk perjalanan di Indonesia, Imelda mengatakan bahwa kinerja Antimo sangat berkaitan erat dengan industri pariwisata Indonesia. Menurutnya, saat ini kaum milenial menguasai pasar wisata baik di Indonesia maupun global. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata (Kemenpar), wisatawan milenial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama. Diproyeksikan pada 2030 mendatang, 57 persen pasar pariwisata Asia didominasi wisatawan milenial yang berusia antara 15-34 tahun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Mereka akan menjadi pangsa pasar bagi Antimo di tahun 2023 nanti. Kami akan meluncurkan beberapa produk baru dari kategori yang sama dengan bentuk sediaan yang inovatif sehingga bisa memenuhi kebutuhan wisatawan mulai dari anak-anak, orang tua, generasi Z dan millennial," ujarnya.  

Halaman
Show All
Liputan6.com, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan