Aksi Breakdance Satu Kaki Arif Setyo Semarakkan Babak Final Para Badminton International 2022

Arif Setyo tampil memukau dan menghibur para penonton Para Badminton International 2022

Diperbarui 29 Agustus 2022, 18:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menekuni

Arif mulai menekuni breakdance sejak tahun 2005 kala ia masih memiliki dua kaki. Di tahun 2007, ia mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan kaki kanan saat masih bekerja di pabrik plastik. Meski sempat berhenti menari, passion dan kecintaannya di dunia breakdance tak mematahkan semangatnya. Setahun kemudian, Arif justru semakin giat berlatih walau hanya dengan satu kaki. Kini ia merupakan satu-satunya b-boy di Indonesia dengan satu kaki.

"Salah satu yang membuat aku masih di breakdance itu ya karena memang passion aku di sini. Selain itu juga gerakannya bisa dilakukan dengan senyamannya kita jadi bisa eksplor. Kalau untuk kesulitan antara sebelum dan setelah kecelakaan ya karena kan memang gerakan breakdance itu dikhususkan untuk dua kaki, nah ini saya satu kaki jadi butuh penyesuaian. Tapi ternyata setelah dijalani ya masih bisa dilakukan meski dengan satu kaki," ucap Arif diakhiri senyum.

Hafizh Briliansyah Prawiranegara, Juara 1 Ganda Putra SU 5 FOX’S Indonesia Para Badminton International 2022 bersama Dheva Anrimusthi terpana dan mengapresiasi keahlian yang ditampilkan oleh Arif sebagai breakdancer. 

"Keren Lah apalagi Arif juga disabilitas tapi bisa melakukan gerakan secara maksimal. Dia juga secara tidak langsung ngasih semangat ke difabel yang lain maupun non difabel. Jadi apapun keahlian kita ya diasah terus agar nanti bisa tercapai apa yang kita inginkan. Jangan pernah menyerah, jangan putus asa, dan tetap semangat,” katanya.

 

Kagum

 

Hal senada diungkapkan oleh Syahmi Sabron selaku Para Badminton Manager BWF yang berdecak kagum melihat aksi dari Arif. Ia menganggap Arif sangat mumpuni melakukan breakdance walaupun hanya dengan satu kaki. 

"Sangat unik breakdance dengan satu kaki. Saya sendiri belum pernah lihat hal seperti ini sebelumnya. Ini sangat istimewa dan sangat bagus. Selain itu juga bisa menarik minat disabilitas dalam bidang breakdance karena ternyata ada opportunity,” ucapnya.

FOX'S Indonesia Para Badminton International 2022 tak hanya mengusung semangat melahirkan prestasi di atas lapangan, tapi juga mengangkat konsep sportainment. Bukan hanya di babak final, dalam opening ceremony yang diselenggarakan pada (23/8) lalu terdapat suguhan hiburan dari 13 penari dari komunitas seni Nalitari yang terdiri pelaku seni difabel dan non-difabel. Mereka menampilkan suguhan tari-tarian yang bertajuk Love from Ugene.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan