Sukses

Cerita Ridwan Kamil Buka Kamar Jenazah Eril di Swiss, Kaget Petugas Medis Tak Pakai Masker

Liputan6.com, Jakarta Ridwan Kamil berbagi cerita ketika kabar jenazah anaknya, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril ditemukan di Bendung Engehalde, Swiss, Rabu (8/6/2022) pagi waktu setempat.

Setelah mendengar kabar ini, suami Atalia Praratya menghubungi Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan minta izin terbang ke Swiss kepada Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.

Melansir dari video interviu di kanal YouTube Mata Najwa, Selasa (6/7/2022), Ridwan Kamil membeberkan pada hari ke-13 sejak Eril dinyatakan hilang, hujan deras turun di pegunungan.

Salju mencair dan arus Sungai Aare deras lagi setelah berhari-hari tenang. Diduga, jenazah Eril terdorong lalu muncul di Bendungan Engehalde dan dilihat seorang warga yang berprofesi sebagai guru SD.

  

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Allah Kasih Takdir

“Dan Allah kasih takdir lagi yang menemukan bukan polisi, bukan tim SAR segala rupa itu. Yang menemukan guru SD yang lagi jalan kaki melewati titik itu. Di detik itu, di menit itu. Jam 6 dapat berita, saya perintahkan cari tiket,” katanya.

“Pas ke sana, itu saya sudah (berdoa) bismillah, ya Allah pokoknya, saya ingin bertemu dengan jenazah anak saya, apa pun rupanya,” bintang film Dilan 1990 dan Yowis Ben 2 menambahkan. 

3 dari 4 halaman

Pas Buka Kamar Jenazah

Ridwan Kamil pernah memperkuat tim kebencanaan. Dengan referensi yang dimiliki, ia menyiapkan mental untuk melihat jenazah anak sulungnya setelah 14 hari terbawa arus Sungai Aare.

“Pas buka kamar jenazah, seluruh petugasnya itu enggak ada yang pakai masker karena enggak ada bau. Dari situ saja saya wow. Saya sudah siap-siap suasananya sedramatis itu. Akhirnya, dapat dua mukjizat kecil versi saya,” kenang Ridwan Kamil. 

4 dari 4 halaman

Jenazah Ternyata Utuh

Setelahnya Ridwan Kamil membuka body bag atau kantong jenazah putranya. Saat itu, dadanya terasa sesak namun di sisi lain, ia lega mendapati jasad Eril ternyata masih utuh.

“Satu, jenazahnya ternyata utuh untuk 14 hari hilang. Saya buka ritsletingnya karena sudah di body bag dari bawah sampai atas. Jadi urutannya dari jempol kaki dulu. Alhamdulillah ada. Lututnya, terus perutnya, jadi lengkap,” ia mengakhiri.