Sukses

Tyna Kanna Manfaatkan Fasilitas Belanja dengan Kartu Kredit Digital

Liputan6.com, Jakarta Menjadi single parent membuat selebgram Tyna Kanna harus memutar otak untuk tidak menghamburkan uang untuk barang-barang mahal.

Diakui oleh mantan istri Kenang Mirdad ini, dirinya lebih suka berbelanja kebutuhan rumah dan anak ketimbang harus mengeluarkan uang untuk membeli baju, makeup, sepatu, maupun tas branded.

"Aku enggak memprioritaskan itu, aku lebih suka makan lebih suka grocery shopping," ujar Tyna Kanna saat ditemui di peluncuran Kartu Kredit Digital Octo Card CIMB Niaga, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Saking tidak suka belanja kebutuhan pribadi, ada beberapa baju Tyna yang sudah dipakai beberapa kali untuk menghadiri acara. Kalau tidak ditegur oleh manager atau asisten, ia tidak akan membeli baju baru.

"Kayak blazer ini sudah aku pakai beberapa kali. Kalau ada kerjaan dan enggak punya baju warna navy misalnya baru belanja. Aku enggak ada kepastikan belanja makeup dan baju," tutur Tyna.

 

2 dari 4 halaman

Kegemaran

Mengenai kegemarannya grocery shopping, ternyata itu menjadi salah satu cara me time Tyna di tengah padatnya aktivitas.

"Me time buat aku grocery, aku suka grocery. Pakai baju santai pakai headset saat grocery shopping udah bikin aku bahagia," tutur Tyna Kanna.

 

3 dari 4 halaman

Terbantu

Melihat dirinya yang gemar grocery, Tyna ternyata terbantu dengan hadirnya Kartu Kredit Digital Octo Card CIMB Niaga.

Menurut Tyna, berbelanja dengan cara ini mempermudah setiap transkasi tanpa perlu mengeluarkan kartu kredit dan hanya menggunakan aplikasi Octo Mobile .

"Karena semua sudah QR kalau di tangan tinggal scan. Menurut aku sebagai ibu-ibu semua tinggal tap. Akhinya CIMB lakuin duluan. Di luar negeri sudah gitu semua soalnya dan ini sangat terbantu di kondisi sekarang tanpa pencet pin lagi," ungkap Tyna.

 

4 dari 4 halaman

Memenuhi

Sementara itu, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengungkapkan Kartu Digital Octo Card ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar transaksi menjadi lebih aman.

"Dulu ketinggalan dompet panik, sekarang hp ketinggalan lebih panik lagi. Dari situ kita lihat gaya hidup berubah, kita mau go green dan semua bentuk aplikasi enggak perlu cetak-cetak lagi," kata Noviady.