Sukses

Pengacara Sebut Medina Zein Tak Bisa Diproses Hukum Selama Menjalani Perawatan di Rumah Sakit

Liputan6.com, Jakarta - Uya Kuya sudah melaporkan Medina Zein ke Polda Metro Jaya dengan kasus tuduhan penipuan. Dikabarkan, Uya tertipu sebanyak Rp150 juta untuk pembelian sebuah mobil.

Namun hingga kini, suami Astrid Khairunisha tak pernah menerima mobil yang sudah dijanjikan istri Lukman Azhari tersebut.

Mendengar Uya Kuya melaporkan selebgram satu ini, kuasa hukum Medina Zein pun angkat bicara. Disebutkan bahwa saat ini Medina tengah menjalani perawatan akibat bipolar yang diidapnya.

Razman Arif Nasution juga menegaskan bahwa sudah 15 hari adik ipar Ayu Azhari menjalani isolasi di sebuah rumah sakit.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Dikunci dari Luar

Razman juga membocorkan bahwa selama menjalani isolasi, Medina Zein tak bisa keluar masuk kamar seenaknya karena dikunci. Hal ini terungkap dalam kanal YouTube Cumicumi, Sabtu (21/5/2022).

"Itu pintu kamarnya dikunci dari luar bukan dari dalam. Artinya apa itu? Dia dalam pengawasan yang serius. Kalau ditaruh kuncinya di dalam bisa seketika dia keluar maka dibuatlah kunci di luar. Dan itu saya lihat dengan mata kepala sendiri," ungkap Razman.

 

3 dari 4 halaman

Cepat Sembuh

Ditanya mengenai kondisi Medina Zein yang saat ini dinyatakan menjalani perawatan, Uya Kuya mengaku tak bisa memberikan tanggapannya. Ia hanya bisa mendoakan untuk kesembuhan Medina Zein.

"Kalau emang dia sakit kita doakan cepat sembuhlah. Cepet sembuh agar yang bersangkutan bisa segera sembuh dan bisa menyelesaikan tanggung jawabnya di mata hukum. Dan juga menyelesaikan urusannya dengan orang-orang lain yang masih berurusan dengan dia," tambah Uya Kuya.

 

4 dari 4 halaman

Tak Bisa Proses Hukum

Mengetahui Medina Zein tetap dilaporkan Uya Kuya walau tengah menjalani perawatan, Razman pun memberikan tanggapannya terkait hal tersebut.

"Medi kan sakit, orang sakit tidak bisa diproses hukum. Orang pelaku tindak korupsi saja kalau dia sakit tunggu dia sehat. Orang yang menjalani hukuman terpidana, kalau dia sakit dibantu dikirim ke rumah sakit. Yang ini sakit serius, yaitu sakit bipolar," paparnya.