Sukses

Cita Citata Protes soal Tren Konten Baju Branded, Serukan Stop Flexing dan Peka Terhadap Kondisi Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta Beberapa hari terakhir, di media sosial ramai tren konten berpakaian ala model busana-busana branded. Tantanganya adalah, mengubah pakaian non-branded menjadi mirip dengan pakaian branded.

Banyak sekali kalangan yang mengikuti tren konten ini, termasuk para selebriti. Terkait hal ini, Cita Citata memiliki opininya sendiri.

Pelantun lagu "Goyang Dumang" itu mempermasalahkan sejumlah orang yang mengikuti tren ini, namun menggunakan brand yang asli.

"Di luar orang-orangnya bikin video se-creative mungkin pakai baju seadanya sehingga menyerupai photo brand tersebut, di sini orang-orang pake brand beneran," tuturnya di Instagram, Minggu (15/5/2022).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Dampak Buruk

Tren ini berpotensi membawa dampak buruk bagi orang-orang yang berada di kelas sosial tertentu. Apalagi, banyak sekali masyarakat yang ekonominya belum pulih karena gempuran pendemi.

"Wew bukan apa-apa ini kondisi lagi banyak yang kesusahan loh, dampaknya banyak yang iri, pengen, bahkan sedih, Mending hanya sebatas itu kalau sampe orang itu rela berbuat yang tidak-tidak demi 'lifestyle' gimana?" tanya dia.

3 dari 4 halaman

Flexing

Menurutnya, tindakan tersebut adalah bagian dari flexing atau pamer. Sang pedangdut lantas meminta masyarakat peka terhadap kondisi ekonomi orang lain.

"STOP FLEXING!! Kalau nggak bisa sedekah sama yang sekitar atau orang di luar sana, minimal, PEKA DIKIT AJA SAMA KEADAAN BISA NGGA SIH?!" kata dia.

4 dari 4 halaman

Kata Nafa Urbach

Unggahan ini pun menjadi sorotan warganet. Salah satunya adalah Nafa Urbach. Tampaknya, ia setuju dengan pendapat Cita Citata.

"Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memprediksikan tingkat kemiskinan Indonesia pada 2022 berpotensi melonjak menjadi 10,81 persen atau setara 29,3 juta penduduk," tulisnya.