Sukses

Putra Siregar Kirim Surat dari Penjara untuk Sang Istri: Semoga Aminku dan Aminmu Bertemu

Liputan6.com, Jakarta Putra Siregar saat ini memang masih meringkuk di penjara untuk kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Rico Valentino pada awal Maret 2022 lalu. Putra Siregar kemudian ditangkap pihak kepolisian pada 11 April 2022 lalu.

Artinya, sudah satu bulan lebih Putra Siregar sudah tidak bertemu dengan sang istri dan anak-anaknya. Kerinduan Putra Siregar terhadap istri dan anak-anaknya sepertinya tak terbendung lagi.

Putra Siregar kemudian menuangkan kerinduan itu melalui sepucuk surat yang ia kirim dari balik penjara kepada istrinya, Septia Siregar.

"Sebulan lebih sudah 11 April 2022 sampai Hari inišŸ˜­," tulis Septia Siregar pada Kamis (12/5/2022) sambil menunjukkan sepucuk surat yang ditulis tangan oleh Putra Siregar.

Ā 

Ā 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ā 

2 dari 4 halaman

Terhukum Rindu

Dalam suratnya, Putra Siregar meminta sang istri untuk tidak bersedih dan terus menunggunya pulang. Saat ini, ia merasa sedang dihukum oleh rindu.

"Sayang Jangan bersedih. Tunggulah aku, Tinggallah lebih lama bersamaku. Aku hanya terhukum. Terhukum Rindu," tulis Putra Siregar.

Ā 

3 dari 4 halaman

Doa

Menutup suratnya itu, ia meminta sang istri untuk terus mendoakannya. Ia juga berharap doa mereka bisa sama-sama terkabulkan.

"Doakan aku, Semoga aminku dan aminmu bertemu," tutup Putra Siregar.

4 dari 4 halaman

Kasus

Putra Siregar dan Rico Valentino diduga menganiaya MNA atau N di salah satu kafe di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 2 Maret 2022. Peristiwa ini dipicu karena ada salah satu kawan perempuan Rico yaitu Chandrika Chika yang mendatangi meja korban MNA.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas di kafe tersebut, Rico lalu datang menyusul ke meja MNA dan terjadi pemukulan. Putra Siregar kemudian menyusul dan juga melakukan aksi kekerasan kepada korban.