Sukses

5 Band Punk dan Kritik Mereka terhadap Politik yang Terjadi!

Liputan6.com, Jakarta Apa yang terlintas dalam pikiran kamu ketika mendengar istilah punk? Ciri khas fashion-nya yang berantakan? Tingkah lakunya yang barbar? Atau sekelompok orang yang hanya berkeliaran di jalan tanpa ada tujuan yang jelas?

Namun, kalau kamu perhatikan secara lebih holistik, banyak musik yang diciptakan oleh kelompok anti kemapanan ini yang mengkritisi problematika sosial, ekonomi, dan politik lho. Nha, mau tahu musisi punk yang mempunyai karya bertemakan politik? 

2 dari 6 halaman

The Clash

The Clash sangat erat kaitannya dengan dunia politik. Kalau kamu dengar sebagian besar lagunya, lirik-lirik yang dinyanyikan oleh Joe Strummer ini cenderung terdengar satir terhadap politik. Nggak hanya di lirik saja, secara aktivisme gerakan mereka juga sangat aktif.

Terbukti, sang basis, Paul Simonon pernah mendekam di dalam penjara setelah mengikuti aksi protes bersama Greenpeace di Antartika. Mereka memprotes aktivitas pengeboran minyak yang dilakukan oleh perusahaan Leiv Eiriksson pada 2011 silam.

3 dari 6 halaman

Dead Kennedys

Dead Kennedys hadir dengan cara mengkritik Kapitalisme dan budaya 80-an lewat lirik-llirik lagunya. Sasaran kritik mereka adalah Rezim Reagan dan kebijakan ekonominya, serta bagaimana musik punk rock mulai dikomersialisasikan.

Pada tahun 1986, band ini dibawa ke meja hijau lantaran dituduh cabul akibat poster Giger dalam album Frankenchrist mereka. Band ini akhirnya dibebaskan atas segala tuduhan, meski mereka akhirnya bubar sewaktu persidangan berlangsung.

4 dari 6 halaman

Sex Pistols

Band ini bisa dikatakan sebagai pionir dari musik punk yha. Sid Vicious dan kawan bandnya pernah melakukan aksi di Sungai Thames, Inggris, tepat saat Ratu Elizabeth II merayakan seperempat abad menjadi penguasa daratan Britania Raya. Aksi tersebut terbilang cukup dikenal pada 1977 silam. Sampai sekarang, aksi tersebut dikenal dengan istilah, 'Silver Jubilee'.

5 dari 6 halaman

Minor Threat

Meski eksistensinya hanya bertahan untuk beberapa tahun, pengaruh Minor Threat terhadap musik punk tak terbantahkan. Lagu pertama mereka yang diberi judul, 'Straight Edge' menyuarakan sikap anti narkoba dan anti alkohol.

Dari hanya lagu, Straight Edge pun menjadi sebuah gerakan. Dan gerakan tersebut masih dianut oleh punkers zaman sekarang. Bisa dikategorikan bahwa Minor Threat walau hanya berumur pendek, tapi tetap bisa masuk dalam jajaran band punk politik teratas.

6 dari 6 halaman

NOFX

Band ini terkenal dengan lagu-lagu satir politiknya. Tidak ada yang aman dari sindiran band yang dipelopori oleh Fat Mike ini. NOFX selama bertahun-tahun berfokus pada problematika politik, sosial, Agama, dan gender.

Fat Mike juga orang di belakang Punk Voter, sebuah organisasi yang berfokus untuk  membuat pemuda Amerika terdaftar menjadi pemilih. Punk Voter juga mendorong pemuda Amerika untuk peduli terhadap masalah politik.

Itulah 5 band punk yang memiliki kiprah dan legacy terhadap sikap punk seutuhnya. Jadi, apakah kalian masih memandang bahwa punk hanya dari sisi yang kelamnya saja? Semoga tidak.