Artis Kawakan: Bob Tutupoly, Pelantun Widuri yang Pernah Merasakan Kerasnya Hidup di Amerika

Bob Tutupoly dikenal berkat menyanyikan lagu "Widuri" yang dipopulerkan pertama kali pada 1977 silam.

Diperbarui 01 Desember 2021, 21:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dari situlah kiprahnya bermusik semakin berkibar. Pada 1963, Bob Tutupoly pernah menjadi vokalis The Riders untuk menggantikan Bill Saragih yang bekerja di Thailand. Karier Bob bersama band terhenti karena pada 1969 ia pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat.

Kerasnya Tinggal di Amerika

Keputusan Bob Tutupoly untuk pindah ke Amerika Serikat lantaran ia menerima tawaran untuk bergabung dalam grup Venturas. Sayangnya setiba di sana, lulusan SMA Katolik St. Louis Surabaya ini harus menjalani kerasnya hidup di sana.

Pasalnya, sewaktu di Amerika Serikat, manajemen Venturas tak menepati janji untuk menemukan produser dan rekaman di sana. Alhasil, Bob pun bertahan hidup di Amerika Serikat dengan bekerja paruh baya di toko musik.

Namun begitu, Bob akhirnya menemukan rumah barunya dalam bermusik. Ia bergabung dengan grup The Midnighters dan sering bernyanyi di San Fransisco serta Los Angeles.

Setelah itu, ia pindah ke Las Vegas dan semakin banyak mendapatkan pekerjaan bernyanyi di klub malam dan sejumlah kasino. Bahkan selama di sana, ia pernah rekaman lagu "Hello LA" dan "Bye-Bye Birmingham". Sayangnya, dua lagu tersebut tak pernah dirilis.

 

Akrab dengan Musikus Besar

Selama di Amerika Serikat, Bob Tutupoly juga pernah menjalin pertemanan dengan sejumlah musikus besar kala itu. Melansir dari wawancara di kanal YouTube medcom id, nama-nama seperti Andy Williams, Al Jarreau, hingga Jimi Hendrix pernah akrab dengannya. Bahkan, ada satu momen ketika Bob berada di satu studio dengan Jimi Hendrix.

 

Titik Balik Berkarier

Titik balik dalam karier Bob Tutupoly dialaminya setelah ia bertemu dengan Direktur Utama Pelita (Anak Perusahaan Pertamina) kala itu, Haryono. Setelah keduanya akrab, Bob sempat menjadi public relation dan penyanyi di restoran milik Pertamina di New York.

Hingga akhirnya pada 1976, Bob Tutupoly kembali ke Indonesia untuk merekam lagu "Widuri" karya Slamet Adriyadie. Sejak itulah namanya semakin dikenal di Indonesia. Lagu-lagu seperti "Lidah Tak Bertulang", "Tiada Maaf Bagimu", dan "Tinggi Gunung Seribu Janji" melambungkan namanya.

 

Keluarga

Bob Tutupoly merupakan putra kedua dari pasangan Adolf Laurens Tutupoly dan Elisabeth Wilhemmina Henket-Sahusilawane. Ayahnya adalah anggota Angkatan Laut Indonesia di era penjajahan Belanda.

Keluarganya pernah pindah ke Yogyakarta pada saat menjadi ibu kota sementara. Salah satu adiknya gugur saat mempertahankan kemerdekaan di sana. Bob dan keluarga lalu kembali ke Surabaya pada 1953 dan bersekolah di sana.

 

Penghargaan

Selama berkarier di dunia musik, Bob Tutupoly beberapa kali meraih penghargaan. Menariknya dua dari penghargaan yang diterimanya berasal dari Malaysia dan Singapura.

Pada 2009, ia bersama 15 orang penyanyi dan musikus legendaris tanah air, memperoleh penghargaan di ajang Ambon Jazz Plus Festival (AJPF). Penghargaan diberikan atas dedikasinya bersama para musikus lain dalam memajukan dunia musik tanah air dan di Maluku.

Pada 2011, ia menerima Lifetime Achievement di Malaysia dari Persatuan Artis Penyanyi dan Film Malaysia. Pada 2013, ia mendapat penghargaan dari Anugerah Seni dari Himpunan Artis Singapura. Selama berkarier pada era 1960-an, ia memang dikenal di Malaysia dan Singapura.

Lalu pada 2015, barulah ia meraih penghargaan dalam negeri oleh Legend Award versi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2015.

 

Kesehatan

Hingga hari ini, Bob Tutupoly masih dalam kondisi sehat. Meskipun begitu, penggemar olahraga golf, bola voli, dan basket ini pernah terserang penyakit stroke. Namun berkat pertolongan dokter Tompi, penyakitnya itu bisa disembuhkan.

Pria yang juga pernah berpengalaman menjadi duta budaya, pemilik perusahaan, dan ketua organisasi sosial ini masih mencintai musik Indonesia dan layak menjadi legenda musik Tanah Air.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan