Sukses

Orkes Pemuda Suka Klabing Curhat Soal Medsos di Album Kedua, Generasi Tikotok

Liputan6.com, Jakarta - Group Orkes Pemuda Suka Klabing atau yang juga disebut Orkes PSK, baru saja meluncurkan album kedua bersama dengan video klip untuk salah satu lagu mereka yang berjudul "Sabar".

Lagu tersebut ada di album kedua Orkes PSK yang diberi judul GENERASI TIKoTOK. Album ini menyusul sukses album pertamanya yang berjudul Menuju Gadun yang mereka rilis pada 25 Oktober 2019.

Album Generasi TIKoTOK ini bak amunisi baru bagi Orkes PSK. Mereka sudah merilisnya pada 26 Juli 2021 lalu. Banyak proses kreatif pada album kedua yang dibuat berbeda dari album sebelumnya. 

2 dari 5 halaman

Sangat Aktif di Media Sosial

"Sejak pandemi, kita harus banyak diam di rumah dan lebih banyak melihat atau menggunakan aplikasi seperti Youtube, Instagram, dan Tiktok, bahkan sangat booming di saat pandemi ini. Maka kita sepakat untuk menamakan GENERASI TIKOTOK (pelesetan tiktok) dan merasa kita sedang berada di generasi Tiktok tersebut," ujar Gumlay vokalis grup ini sambil memberi disclaimer bahwa dirinya bukan mengiklan serta tidak di-endorse.

"Dalam proses pembuatan album kedua kami, kami ingin memberikan nuansa sound yang sering sekali kita dengar di salah satu aplikasi tersebut untuk lebih menekankan bahwa kita sedang berada di generasi aplikasi tersebut," jelas Vicka, sang pemain keyboard.

"Dan kami berharap album kedua kami akan lebih mudah untuk diterima di masyarakat, karena selain lirik yang mudah dicerna, sound-sound yang kami masukkan ke dalam lagu-lagu, sudah tidak asing di telinga para pecinta dan pengguna aplikasi tersebut," lanjut Vicka. 

 

3 dari 5 halaman

Tetap Berkarya di Tengah Kesibukan

Banyaknya kegiatan yang mereka lakukan di tengah pandemi ini, tidak membuat mereka “berhenti“ dalam proses pengerjaan album kedua.

Buktinya, banyak kegiatan yang mereka lakukan dan tuangkan dalam platform media sosialnya. Ada beberapa konten digital yang terlihat sangat aktif oleh Orkes PSK.

Di Youtube, Orkes PSK punya konten podcast yang sering berkolaborasi dengan musisi Bandung, nasional, artis papan atas, dan juga selebgram.

"Proses kreatif tidak boleh berhenti kita tetap harus berkegiatan," begitu ungkap manajer dari Orkes PSK, Robby Suhada.

Selain konten Youtube, Orkes PSK pun tampak aktif sekali di Instagram dan Tiktok karena ini penting untuk tetap berinteraksi dengan Lejingers (sebutan untuk fans dari Orkes PSK).

4 dari 5 halaman

Alasan Pilih Lagu Sabar

Orkes PSK memilih hit single dengan lagu Sabar. Soal itu, ada penjelasan tersendiri dari grup satu ini.

"Single Sabar dipilih atas kesepakatan antara label, management dan Orkes PSK. Ini juga bukan secara spekulasi, tapi kami pilih karena memang arti SABAR itu sangat luas dan global, bisa masuk dalam segala hal," terang Nay, sang drummer.

"Sedangkan untuk tema lagu Sabar itu sendiri sebenarnya lebih ke cinta dan keluarga, tapi karena kita juga sedang dalam keadaan pandemik, maka Sabar itu bisa diartikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari, sabar menghadapi pandemik, tagihan cicilan, tagihan pinjol, sepi jualan, PHK pekerjaan, dan lain-lain," lanjutnya. 

Soal video klip SABAR, proses pengerjaan sekaligus pemilihan tempat di tengah pandemik ini memiliki cerita tersendiri.

"Untuk urusan video klip, kami serahkan ke ahlinya saja. Kebetulan beberapa teman memang sering bikin klip untuk band, dari mulai pemilihan lokasi dan lainya kita tahu beres, supaya pengerjaan tidak memakan waktu lama karena harus debat pemilihan tempat dan lain-lain," kata sang gitaris, Ope.

"Kalau untuk talent di klip Sabar kita sangat dibantu sama sang manajer yang secara kebetulan cukup banyak kenalan selebgram, musisi serta artis nasional. Jadi Kita bisa mudah mencari karakter yang sesuai dengan jalan cerita di klip Sabar, seperti Mang Saswi, Budi Iyenk, Ink Rosemary, dan Kiki Kinanti dari Preman Pensiun 5. Dan selama syuting, kita juga sangat menjaga Prokes. Pengerjaan klip ini dari awal sampai beres memakan waktu 10 hari," sambung Ope.

 

 

 

5 dari 5 halaman

Mengenal Orkes PSK

Orkes PSK dibentuk pada tanggal 17 Mei 2017 dan terdiri dari 7 orang personel yang mengusung musik “Orkes Masa Gini”. Group ini konsepnya sederhana, ceria dan parodi atau komedi, dan dibentuk oleh para personil Orkes PSK sendiri yaitu: Gumlay (Vocal). Ophe (Gitar). Nay (Drum) Ade (Gendang & Perkusi Elektrik), Gian (Gitarlele), Angky (Bass). Vicka (Keyboard).

Orkes PSK pada awalnya adalah sebuah band yang memulai karirnya dengan tampil di berbagai macam cafe, event. club dll. Penampilan mereka bertujuan untuk memperkenalkan kembali lagu-lagu yang bertemakan orkes Melayu yang dikemas dengan segar.

Sebagian personel Orkes PSK sendiri merupakan cabutan dari band-band Bandung yang pernah sukses terdahulu seperti Vicka eks Laluna. Ophe eks Anima dan Nay eks Memos.

Dengan bergabungnya ke management dan label baru yaitu Go Music di bawah naungan RPM, Orkes PSK terasa sangat siap untuk bertarung di belantika musik Nasional dan mereka berharap di pertengahan tahun 2022 bisa membuat mini concert di Eropa.

Ini bukan hanya angan. Sang manager tampak fokus sekali membuat time plan agar Orkes PSK bisa tampil di panggung International.

Judul-judul lagu dari Orkes PSK ini pun sangat unik dan menggelitik seperti Sabar , Lirikanmu , Putus , Hayang Kasep , Si Muka BU , BAKRI, Satu Botol Lagi, Jalangar, Tak Mungkin Lagi, Togel dan ANJELO, yang tampak berhubungan dengan kehidupan sosial. Jadi bisa dipastikan lagu-lagu di album ke dua ini akan punya tempat di hati para pendengar musik khususnya orkes karena liriknya yang sederhana dan mudah dicerna.