Sukses

Denise Chariesta Merasa Kena Karma, Uya Kuya dan Astrid Menolong Kerabatnya yang Kena Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Denise Chariesta baru-baru ini membuat pengakuan terkait hubungannya yang meruncing dengan Uya Kuya. Ia memutuskan mengakhiri konflik dengan keluarga selebritas itu.

Perdamaian terjadi setelah sebuah momen mengharukan terjadi. Salah satu kerabat Denise Chariesta yang bernama Pipin, dinyatakan positif Covid-19. Sang selebgram minta bantuan warganet.

Lewat status teks di Instagram Stories, Denise Chariesta minta informasi seputar dokter, obat untuk Covid-19, dan oximeter. Beragam balasan masuk lewat fitur pesan langsung. Salah satunya dari Astrid Kuya.

2 dari 5 halaman

Pas Gue Buka DM

“Pas gue buka DM, gue baca DM dari netizen, gue ngomong thank you, thank you, terus ternyata masuklah DM dari Mbak Astrid,” Denise Chariesta berbagi cerita.

Ini diceritakannya dalam video Karma, Kena Covid Yang Nolong Malah Keluarga Uya yang dipublikasikan kanal YouTube Denise Chariesta, Kamis (15/7/2021).

3 dari 5 halaman

Semua Telah Terlambat

“Dia bilang: Malam, gue baca story lo, ini gue kasih nomor dokter Jaka yang menangani kita waktu Covid-19. Kalau perlu obat ini gue masih ada satu set obat Covid-19,” imbuhnya.

Astrid lewat pesan langsung bercerita, paket obat Covid-19 itu sedianya hendak dikirim ke omnya yang tengah berjuang melawan Covid-19. Sayang, semua telah terlambat.

4 dari 5 halaman

Cuma Pengin Bantu

“Kalau mau bisa hubungi gue, atau kalau enggak mau hubungi gue, bisa suruh asisten lo buat kontak gue. Tapi bisa konsultasi ke dokter dulu, gue enggak ada maksud apapun murni cuma pengin bantu,” begitu isi pesan Astrid.

Tak hanya menawarkan obat, Astrid membagikan nomor kontak dokter yang dulu merawat keluarganya saat terpapar Covid-19. Bahkan, ia membagikan informasi cara beli oximeter.

5 dari 5 halaman

Pesan Langsung Jam 1 Pagi

“Tapi kalau perlu (oximeter) bisa gue kirimi juga,” ujarnya kepada Denise Chariesta. Kebaikan Astrid membuat Denise tertegun. Apalagi, pesan langsung itu dikirim jam 1 dini hari.

“Dia DM gue itu jam 1 pagi, 1 lebih 10. Setelah gue dapat DM ini gue langsung enggak enak banget. Kan kita kondisinya lagi berantem, habis heboh. Terus mereka minta maaf sama gue terus gue masih ngatain dia juga, itu gue jadi enggak enak,” curhat Denise.