Sukses

Jawaban Menohok Mayangsari Saat Dikecam Publik Sebagai Pelakor: Ngatain Orang itu Gratis

Liputan6.com, Jakarta Jalan hidup mempertemukan Mayangsari dengan Bambang Trihatmodjo. Keduanya pacaran sejak 1997 lalu menikah secara agama pada 2000. Lima tahun setelahnya, momongan hadir.

Mayangsari dikaruniai seorang putri yakni Khirani Siti Hartinah Trihatmodjo yang mengekor jejak ibunya menjadi penyanyi. Ia mengaku mendengar gunjingan orang yang menyebutnya pelakor.

Setelah lama bungkam dan menahan diri, pelantun “Tiada Lagi” dan “Menunggu Keajaiban” buka suara. Mayangsari memahami konsekuensi menikah dengan salah satu anggota keluarga Cendana.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 5 halaman

Aku Memilih Jalan Hidup

“Sekali aku memilih sesuatu, aku memilih jalan hidup aku. Artinya aku sudah harus sadar dengan konsekuensinya. Dan yang terpenting untuk aku, kita bicara adalah bukan orang per orang,” katanya.

Setiap pilihan melahirkan tanggung jawab bukan hanya kepada orang lain tapi juga Sang Khalik. Mayangsari mehahami ini. Kini, ia merespons tudingan banyak orang yang menyebutnya pelakor.

3 dari 5 halaman

Muji Orang Juga Gratis

“Tapi apapun aku juga manusia biasa, yang mempunyai keterbatasan. Enggak, aku enggak mau dikasihani, terus terang saja. Karena menurut aku itu hak semua orang,” papar Mayang panjang.

Ngatain orang itu gratis. Muji orang pun juga gratis,” cetus penyanyi kelahiran Purwokerto, 23 Agustus 1971. Mayangsari diam untuk menjaga perasaan keluarga yang ikut terdampak pemberitaan.

 

4 dari 5 halaman

Apapun Yang Aku Omongin

“Apapun yang aku omongin adalah di situ ada orang-orang yang aku sayang. Impaknya pun adalah imbasnya nantinya pun ke orang-orang yang kita sayangi masing-masing di sana,” akunya.

Pengakuan ini kami lansir dari video “20 Tahun Menjadi Istri Pangeran Cendana, Mayangsari Masih Dinilai Netizen Sebagai Senior Pelakor” di kanal YouTube Maia Aleldul TV, 5 Maret 2021. 

5 dari 5 halaman

Diamnya Aku, Bentuk Penghargaan

“Diamnya aku adalah bentuk penghargaan aku terhadap orang-orang yang tersayang itu. Apalagi sekarang sebagai ibu, enggak ada seorang ibu yang terima anaknya di-bully,” ia menambahkan.

Sebenarnya bisa saja Mayangsari menuntut orang-orang yang melontar hinaan atau menghujatnya. “Kalau gue mau melakukan itu dari dulu, wah gue sudah kaya. Asli,” Mayangsari mengakhiri.