Sukses

Dituding Lakukan Penelantaran Anak Angkat dan Pembohongan Publik, Ashanty Siap Dibawa ke KPAI

Liputan6.com, Jakarta “Nyanyian” pengacara dari LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie, soal Ashanty melakukan penelantaran anak angkat, yang bernama Putra, akhirnya sampai ke telinga sang artis.

Tak hanya penelantaran anak, Abdul menduga pelantun “Jodohku” dan “Dulu” telah melakukan pembohongan publik. Ashanty tak tinggal diam. Ia mengaku punya bukti untuk menepis tudingan miring.

“Alhamdulillah, baik voice note baik WhatsApp, maupun video, kita semua masih lengkap,” ujar Nyonya Anang Hermansyah lalu menambahkan, “Kalau sampai saya ceritakan dan keluarkan apa yang sebenarnya terjadi, satu Indonesia akan bully dia (Putra).”

2 dari 5 halaman

Kalau Tak Ada Sebab

Ia mengingat, bertemu Putra awal 2019. Ashanty mengaku tidak melihat Abdul Hamim Jauzie maupun orangtua angkat lain yang telah menangani biaya pendidikan Putra kala itu.

“Menurut kalian saja gimana? Mungkin enggak aku bisa melakukan hal begitu kalau enggak ada sebabnya?” kata Ashanty, dilansir dari tayangan Hot Shot di kanal YouTube Surya Citra Televisi, Minggu (7/2/2021).

3 dari 5 halaman

Yang Mengaku Temannya Putra

Kali pertama membaca berita soal tudingan penelantaran anak angkat dan pembohongan publik, Ashanty syok. Ia tak habis pikir terkait motivasi Abdul Hamim Jauzie.

“Bapak yang mengaku temannya Putra dari… intinya lebih dulu daripada saya. Tapi selama ini saya enggak pernah melihat keberadaan beliau. Maksudnya, saya enggak pernah kenal,” akunya.

4 dari 5 halaman

Tiba-Tiba Bikin Statement

“Tiba-tiba bikin statement Ashanty menelantarkan anak dan melakukan pembohongan publik. Sebenarnya yang melakukan pembohongan publik ini siapa jadinya?” tanya balik Ashanty.

Bintang film Romantini mengimbau, sebelum melempar tudingan di depan awak media, ada baiknya bertemu muka agar dapat tabayun. Ashanty siap mental jika perkara ini dibawa ke KPAI. 

5 dari 5 halaman

Apa, Sih Niatnya?

“Coba sebelum bapak itu… apa, sih niatnya sampai konferensi pers? Mau melaporkan saya ke KPAI, yang lebih bisa melaporkan adalah saya,” ungkap penyanyi kelahiran Jakarta, 4 November 1984.

“Kenapa? Karena bapak membawa anak seumur itu untuk konferensi pers mengundang teman-teman media dengan sengaja untuk melakukan pembohongan publik,” ia mengakhiri.