Sukses

Saat Jenazah Marco Panari Dikremasi, Tangis Pilu Ibunda Tak Terbendung

Liputan6.com, Jakarta Prosesi pelepasan jenazah Marco Panari digelar keluarga di Pulau Dewata, Bali, Selasa (2/2/2021). Diiringi doa dan lagu-lagu pujian, suasana duka kental terasa mengiringi kepergian Marco Panari ke pangkuan Sang Khalik.

Usai ibadah pelepasan, jenazah pemilik nama lengkap Marco Gilbert Panari l ini langsung dikremasi di Krematorium Kristen Mumbul di, Nusa Dua.

Sebelum acara kremasi dilakukan, pendeta mempersilakan keluarga menabur bunga di peti jenazah Marco Panari. Sebagai salam perpisahan terakhir sebelum jenazah menjadi abu. 

2 dari 4 halaman

Tangis Ibunda

Airmata tak bisa dibendung saat peti jenazah dikremasi. Ibunda Marco Panari, Sha Alberthine Hartini tak henti-hentinya menangis sambil menyebut nama anak kesayangannya.

"Marco tinggalin Mama, kenapa tinggalin Mama Marco? Marco sayang Mama tapi Marco tinggalin Mama," ucap ibunda Marco Panari sambil menangis tersedu-sedu.

3 dari 4 halaman

Persembahan Terakhir Angela Gilsha

Angela Gilsha kakak kandung Marco Panari berusaha tegar melihat jenazah adiknya dikremasi. Ia bahkan berusaha menenangkan ibunya yang sangat terpukul atas kepergiaan sang adik.

Sebelumnya, Angela Gilsha mempersembahkan sebuah lagu milik grup band The Beatles berjudul Let It Be. Ia bernyanyi diiringi oleh ayahnya Gipanari, yang memainkan keyboard.

4 dari 4 halaman

Meninggal Dunia

Diketahui Marco Panari meninggal dunia pada 30 Januari 2021 di usia 23 tahun. Aktor yang mengawali karirinya dalam sinetron Bajaj Bang Gocir itu, dikabarkan meninggal dunia akibat tersedak.

Namun higga kini, pihak polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya yang dirasa janggal.