5 Cerita Istimewa di Balik Produksi Soul, Film Animasi Terbaru Pixar

Ada banyak cerita menarik di balik pembuatan Soul, film animasi Pixar yang kini telah ditayangkan di platform Disney Plus.

Diterbitkan 29 Desember 2020, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Film animasi terbaru dari Pixar, Soul, akhirnya tayang juga. Memang bukan di bioskop, penggemar mesti puas menikmati karya terbaru Pete Docter dan Kemp Powers ini dari platform streaming.

Premis Soul bisa dibilang unik. Film ini mengikuti perjalanan Joe yang diperankan Jamie Foxx, seorang guru musik yang masih memimpikan bisa tampil di atas panggung, di bawah lampu sorot. Sayang, beban hidup membuat mimpinya terus tertunda.

Sampai akhirnya muncul kesempatan baginya untuk tampil di sebuah kelab jaz. Namun selangkah lagi meraih mimpi, jiwanya terlepas dari raga. Joe terjebak di alam lain, The Great Before.

Karena sebuah kekeliruan administrasi petugas di alam ini, ia diminta untuk menjadi mentor dari 22 (Tina Fey), sebuah jiwa yang akan dikirim ke dunia untuk menjalani hidup sebagai manusia. Masalah makin runyam karena 22 tak mau lahir ke dunia, sementara Joe bertekad kembali ke tubuhnya.

Walt Disney Studios yang memayungi Pixar, menggelar konferensi pers dan wawancara secara daring pada September lalu. Dalam kesempatan ini, sutradara Pete Docters dan Kemp Powers, produser Dana Murray, dan sejumlah sineas Pixar lain, berbagi kisah menarik di balik pembuatan film yang kini telah ditayangkan via platfom Disney Plus ini.

Apa saja? Berikut lima di antaranya:

1. Karakter Utama Pertama Berkulit Hitam

Soul rupanya film pertama Pixar dengan tokoh utama berkulit hitam atau Afrika-Amerika. Saat ditanya mengapa baru sekarang Pixar melakukannya, Pete Docter menjawab, "Ini adalah pertanyaan bagus, tapi aku tak tahu apa kami punya jawaban bagus untuknya. Kami selalu mencari cara untuk merefleksikan dunia di luar sana sebaik yang kami bisa, dan kami bahagia akhirnya bisa melakukannya."

Demi menjaga agar karakter Joe tak melenceng, para sineas Pixar meminta masukan dari komunitas kulit hitam, termasuk dari para karyawannya sendiri.

"Untuk tokoh Joe, dilakukan banyak riset, ada penasihat, ada culture trust secara internal maupun eksternal. Saya termasuk dalam tim (yang memberi masukan) di tingkat internal," tutur MontaQue Ruffin, salah satu animator film ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Salah satu elemen penting dalam Soul, adalah musik. "Kami ingin musiknya terdengar seperti jaz yang autentik, jadi (musiknya dilakukan oleh) Jon Batiste," tutur Kemp Powers.  Faktor musik ini rupanya menjadi tantangan sendiri untuk staf di bagian story team yang bertugas mengembangkan kerangka awal animasi film ini. "Kurasa membuat storyboard untuk bagian musik sedikit sulit bagiku. Karena kami bekerja dengan audio yang belum selesai seluruhnya," tutur Kristen Lester, story supervisor Soul. Hal serupa ditambahkan rekannya, Michael Yates dari divisi ini. "Kami belum mendengar musiknya seperti apa, tapi kami harus berpikir bahwa tokohnya benar-benar sudah melakukan dan menikmati musiknya. Apalagi membuat adegan ini menarik secara visual, adalah sesuatu yang menantang. Seperti misalnya saat Joe masuk dalam kondisi 'into the zone' dengan menambah sejumlah lapisan warna untuk membuatnya lebih hidup," ujarnya.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan