Bedah Dunia Stand Up Comedy dan Art di IDGAF SoundLiveFest 2020, #BikinApaansikJadiAsik

IDGAF SoundLiveFest 2020 hadirkan pembahasan menarik seputar dunia stand up comedy dan art.

Diterbitkan 22 Desember 2020, 00:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Untuk mencari ide, Aziz mengatakan bisa dari mana saja. Tongkrongan, jalan-jalan, tapi dirinya mengaku lebih banyak dari lingkungan terdekat.

"Sampai sekarang ini dapat inspirasi dan imajinasi dan nyari konsep kebanyakan dari lingkungan terdekat, didengarkan trus dicatet, gw pakai kata kunci. Sehingga gw punya titik fokus, nyortirnya lebih enak, dari situ diterjemahin ke visual. Dari kata kunci A, bisa memvisualisasikan A, B, C yang ada dipikiran gw," jelasnya.

Buat yang ingin jadi freelancer seni rupa, Aziz punya tips. "Jangan bandingkan diri dan karyamu dengan orang lain. Itu bisa bikin down dan tidak semangat. Tapi bandingkan diri dengan hari kemarin. Daripada melihat ke atas, lihat sendiri yang bisa digali," ujar Aziz.

Kunci Penting untuk Stand Up Comedy

Keseruan festival IDGAF SoundLiveFest 2020 dilanjutkan dengan Talkshow menarik yang mengulas dunia stand up comedy. Talkshow bertajuk "A Curious Case of Comedy Amidst Uncertainty" menghadirkan narasumber Mo Sidik dan Gilang Bhaskara atau Ghilbas yang dipandu oleh Ge Pamungkas.

Obrolan dimulai dari Mo Sidik dan Ghilbas yang menceritakan latar belakang terjun ke dunia stand up comedy, suka duka jadi komedian hingga bekal apa saja yang perlu dimiliki untuk tampil atau berstand up comedy. Menurut Mo Sidik dan Ghilbas setiap orang bisa menjadi seorang stand up comedy, tinggal masalah waktu saja.

"Semua orang bisa jadi stand up comedy, tapi gak semua orang bisa jadi stand up comedy profesional," ujar Mo Sidik.

"Stand up comedy itu ada teorinya dan bisa dipelajari, tinggal masalah durasi aja," kata Ghilbas.

Ghilbas menyarankan setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan para komika sebelum tampil stand up comedy secara profesional.

"Pertama, pelunasan. Harus sudah selesai sebelum tampil. Kedua, makan. Harus sudah makan sebelum tampil. Lucu gak lucu, lu bisa pulang karena sudah makan. Dan jangan titipkan makanan ke panitia," kata Ghilbas.

"Jadi sudah lunas dan sudah makan, jadi perut gak puyeng," simpul Ghilbas.

Sementara itu Mo Sidik mengingatkan bahwa untuk membuat materi stand up comedy agar mengingat tiga mantra. "Dari diri sendiri, lihat kekurangan lu apa. Itu bisa dijadikan joke. Lingkungan kecil atau lingkaran dan ketiga adalah observasi," Mo Sidik.

Keduanya juga menambahkan bahwa sebelum tampil di panggung profesional, jangan ragu untuk banyak bertanya kepada pihak pengundang.

"Kita sering banyak nanya. Jarak dari panggung ke penonton apa, indoor apa outdoor, duduknya gimana, rundown habis makan atau apa, bosnya datang jam berapa dan tetap disitu, yang hadir siapa saja," ujar Ghilbas.

 

Stand Up Comedy di Tengah Pandemi

Lebih lanjut, Mo Sidik menceritakan bahwa di tengah pandemi ini sekarang ini, stand up comedy di zoom menjadi sebuah seni baru.

“Bukan seperti stand up yang kita kenal. Harus dipelajari lagi dan cari celahnya lagi. Lu gak bisa menerapkan semua hukum di stand up comedy di zoom. Misalnya harus pakai property, presentasi dan segala macam. Pakai virtual background. Deketkan kamera ke hidung," ujar Mo Sidik.

Sementara bagi Ghilbas, stand up comedy via banyak tantangan yang harus dihadapi.

"Gw baru ngambil stand up comedy di zoom itu baru 2 atau 3 kali itu pun gw datang ke studio, ada krunya gitu. Mereka yang menyiapkan, bukan dari rumah, di kamar. Karena kalau gue sendiri itu akan merasa susah karena saya muncul setengah. Takut internet gimana dan lighting kurang. Jadi gw gak berani lebih ke teknis, kalau direkam dengan proper gak apa apa," ungkap Ghilbas

Menutup sesi Talkshow, keduanya memberikan pesan penting kepada para komika dan mereka yang ingin terjun ke dunia stand up comedy. Mo Sidik menekankan pada istilah 10 O’Clock.

"10 O'Clock, elu boleh sedih dan segala macam habis pertunjukan cuma sampai jam 10 pagi. Misal tampil jam 8 malam, trus pecah banget antara jam 8 malam sampai 10 pagi lu boleh pamer dan seneng banget. Saat jam 10 lebih 1 itu lu kembali ke nol. Lu nulis lagi, lupain apa yang terjadi semalam," kata Mo Sidiq.

Sementara menurut Ghilbas, jika ingin terjun ke dunia stand up comedy harus mencintai seni komedi itu sendiri.

"Kalau lu memang suka di stand up comedy, apapun tujuan lu juga. Awalnya adalah cintai seninya dulu, supaya tidak menjadi beban. Karena banyak komika yang baru mulai saat gak lucu, itu langsung gimana kedepannya. Karena banyak juga yang cinta sama seninya, biar gak nyerah dan gak jadi beban. Biar hidup lu gak stand up doang, mikirin materi. Santai aja, nongkrongnya sama orang-orang non stand up jangan sama sesama komika mulu,” jelas Ghilbas.

 

I Dont Give a Fest #Musik

Setelah mendapat banyak insight dari narasumber, IDGAF SoundLiveFest 2020 dilanjutkan dengan penampilan dari Rayssa Dynta, Juicy Luicy Band, Danilla Riyadi, Doctoryez & Kai.

 

Mengawali penampilannya, Rayssa Dynta menyanyikan lagu Cards, Undercover, Sharp Edge, Hands, Something About Us, dan menutup penampilan dengan lagu Work of Art. Di akhir penampilannya Rayssa Dynta memberikan sebuah kalimat penyemangat.

"As 2020 is coming to an end we'he just proven ourselves that we can get through anything. So in 2021, I believe you can do whatever you set your mind to do  you got this!" -Rayssa Dynta-

 

Berlanjut ke penampilan Juicy Luicy yang mengawali dengan lagu berjudul H-5. Lalu, lagu Mawar Jingga, Lantas, Tanpa Tergesa, Terlalu Tinggi, dan menutup penampilannya dengan lagu Jemari.

 

Danilla Riyadi yang awalnya dijadwalkan mengisi hari pertama, berganti tampil pada hari kedua IDGAF SoundLiveFest 2020. Wanita yang jago bermain gitar ini membawakan Laguland, Middle, hingga Terpaut Oleh Waktu. Doctoryez & Kai menjadi penampil puncak di acara IDGAF SoundLiveFest 2020.

 

Mengusung Slogan #BikinApaanSikJadiAsik, IDGAF SoundLiveFest 2020 hadir sebagai wujud manifestasi perasaan, pemikiran, dan emosi di tahun 2020 yang penuh ketidakpastian dan disalurkan menjadi buah karya melalui pertunjukan musik, talkshow, dan komedi.

Berlangsung selama 2 hari, IDGAF SoundLiveFest 2020 dapat disaksikan secara gratis melalui live streaming di Vidio dan www.soundlivefest.id pada hari Sabtu (19/12) dan Minggu (20/12), masing-masing dimulai pukul 18.30 WIB - 23.00 WIB.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Gilar RamdhaniTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan